Kompas.com - 23/02/2022, 20:05 WIB

KOMPAS.com - Para peneliti telah menemukan reptil bersayap yang berukuran raksasa di pantai Isle of Skye, di Skotlandia.

Mereka mengungkapkan bahwa fosil reptil bersayap yang dikenal sebagai pterosaurus ini memiliki lebar sayap lebih dari 2,5 meter.

Hewan yang diyakini pernah hidup di periode Jurassic ini, diperkirakan terakhir hidup pada 170 juta tahun yang lalu.

Tim peneliti berkata, hal itu dibuktikan dengan gigi pterosaurus yang ditemukan dalam keadaan baik dengan enamel mengkilapnya.

Fosil pterosaurus yang baru ditemukan ini diberi nama Gaelik Dearc sgiathanach (dibaca jark ski-an-ach) , yang jika diterjemahkan artinya adalah reptil bersayap.

Baca juga: Dinosaurus Terbang dari Australia Ini Diklaim aebagai Pterosaurus Terbesar

Dilansir dari CNN, Selasa (22/2/2022) fosil tersebut pertama kali ditemukan selama penelitian di tahun 2017. Pada saat itu, mahasiswa doktoral di University of Edinburgh, Amelia Penny, melihat rahang reptil yang muncul di batu pantai Isle of Skye.

"(Temuan) ini adalah fosil Skotlandia superlatif. Pelestariannya luar biasa, melampaui pterosaurus yang pernah ditemukan di Skotlandia dan mungkin kerangka terbaik yang ditemukan sejak zaman Mary Anning di awal 1800-an," ujar profesor dan Kepala Palaeontology and Evolution di School of GeoSciences University of Edinburgh, Steve Brusatte.

Dia menambahkan, bahwa fosil Dearc adalah pterosaurus terbesar yang sejauh ini ditemukan, dan timnya menduga ukuran dari reptil ini mungkin lebih besar dari dugaan awal.

Pada periode Cretaceous, sebelum serangan asteroid yang memusnahkan dinosaurus 66 juta tahun yang lalu, pterosaurus seperti Quetzalcoatlus diperkirakan memiliki lebar sayap hingga 12 meter.

Adapun penemuan fosil reptil bersayap pterosaurus tersebut, telah dipublikasikan pada 22 Februari 2022 di jurnal Current Biology.

Baca juga: Tulang Ikan Raksasa Ditemukan Terdampar di Kepulauan Selayar, Peneliti Duga Milik Paus atau Hiu

Untuk diketahui, pterosaurus adalah vertebrata pertama yang diketahui berevolusi dengan penerbangan bertenaga, sebuah prestasi sekitar 50 juta tahun lalu, sebelum burung melakukannya.

Agar dapat terbang, pterosaurus membutuhkan tulang yang ringan dan halus, sehingga sisa-sisa kerangka yang menjadi fosil biasanya jarang ditemukan dalam keadaan baik, karena rapuh.

"Untuk bisa terbang, pterosaurus memiliki tulang berongga dengan dinding tulang tipis, membuat sisa-sisa mereka sangat rapuh dan tidak layak untuk (dilestarikan) selama jutaan tahun," jelas mahasiswa dari University of Edinburgh, Natalia Jagielska.

Selain temuan fosil reptil bersayap raksasa, sebelumnya juga ditemukan jejak kaki Stegosaurus serta dinosaurus lainnya di daerah Skye di Skotlandia.

Para ahli paleontologi juga percaya wilayah ini pernah menjadi rumah bagi sekelompok dinosaurus yang pada saat itu masih hidup.

Jagielska dan timnya pun akan terus mempelajari kerangka tersebut, untuk memahami bagaimana hewan purba tersebut hidup dan bisa terbang.

Baca juga: Temuan Fosil Reptil Laut Ungkap Hewan Raksasa Paling Awal di Bumi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.