Kompas.com - 17/02/2022, 08:30 WIB

KOMPAS.com - Semut adalah salah satu hewan yang dikenal sebagai pekerja keras. Serangga ini juga hidup secara berkelompok, dan selalu bergotong royong dalam mengerjakan tugasnya. Namun, ternyata semut juga punya keunikan lainnya, yakni saat dia berjalan di dinding.

Saat bersama kelompoknya, semua akan berjalan rapi dalam satu barisan, baik saat berjalan di permukaan benda atau tanah, maupun saat berjalan di dinding. 

Semut adalah pemanjat yang ulung, sebab, serangga ini bisa dengan mudah memanjat atau berjalan pada permukaan halus vertikal dan terbalik.

Anda mungkin pernah bertanya-tanya, bagaimana cara semut bisa berjalan di dinding tanpa terjatuh. Untuk menjawab hal ini, serba-serbi hewan membahas mengenai kenapa semut bisa berjalan di dinding.

Menurut studi yang dipublikasikan pada Rabu (11/11/2015) di jurnal PLOS ONE, saat berjalan di dinding, semut menggunakan beberapa cara di mana salah satunya adalah bantalan perekat pretarsal yang berada di kaki.

Semut juga bisa berjalan di dinding dibantu dengan susunan rambut halus yang padat di area sisi perutnya.

Baca juga: 7 Jenis Semut Paling Mematikan di Dunia

Cara semut bisa berjalan di dinding

1. Menggunakan bantalan perekat

Banyak hewan selain semut, yang juga telah mengembangkan bantalan perekat khusus pada kaki mereka untuk memanjat atau berjalan di permukaan yang halus.

Bantalan pada kaki ini sangat lembut dan memiliki permukaan yang relatif halus, bahkan terdiri dari susunan bulu halus.

Peneliti mengungkapkan bahwa bantalan perekat pada serangga mengeluarkan sejumlah kecil cairan di antara bantalan dan substrat, sehingga menciptakan gaya kapiler.

Pada semut, bantalan itu disebut bantalan perekat pretarsal, di mana mekanisme utamanya adalah mencapai cengkeraman pada dinding dan langit-langit dengan menempelinya.

"Sebagian besar struktur perekat hewan bergantung pada arah, mereka hanya menempel saat ditarik ke arah tubuh. Hal seperti itu ditemukan di berbagai taksa, termasuk lalat, jangkrik semak, semut, kecoak, katak pohon, laba-laba, dan tokek," tulis peneliti.

Seperti dilansir dari Fauna Facts, Senin (13/9/2021) keterampilan semut berjalan di dinding telah menginspirasi pengembangan robot panjat dinding SpinyBot II dari Stanford University, serta robot ZPD dari American Institute of Physic.

Baca juga: Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.