Peneliti di China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Sperma Ikan Salmon

Kompas.com - 08/12/2021, 12:05 WIB
Ilustrasi ikan salmon. Habitat ikan salmon di Sungai Fraser, 85 persen habitatnya hilang, menyebabkan populasi ikan salmon terus menurun. SHUTTERSTOCK/Jakub RutkiewiczIlustrasi ikan salmon. Habitat ikan salmon di Sungai Fraser, 85 persen habitatnya hilang, menyebabkan populasi ikan salmon terus menurun.

KOMPAS.com - Para peneliti di China telah menciptakan alternatif baru untuk plastik, dengan menggunakan sumber yang sangat ramah lingkungan. Mereka menggunakan sperma ikan salmon untuk merancang temuan plastik ramah lingkungan ini.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Dayong Yang dan timnya dari Universitas Tianjin, China.

Seperti diketahui bahwa sampah plastik masih menjadi masalah utama di Bumi. Tercatat lebih dari 6,3 miliar ton sampah plastik yang telah dihasilkan manusia.

Berdasarkan keprihatinan atas menumpuknya sampah, dan dalam rangka menemukan solusi untuk menanggulanginya dengan produk ramah lingkungan, Yang akhirnya menemukan plastik biodegradable.

Baca juga: Pengelolaan Sampah Plastik di Indonesia Perlu Evolusi Perilaku, Apa Maksudnya?

Tim peneliti mengungkapkan, bahan untaian pendek DNA sperma salmon yang digabungkan dengan bahan kimia lain yang berasal dari minyak nabati dapat menghasilkan zat licin seperti gel yang disebut hidrogel.

Menurut studi yang diterbitkan di Journal of American Chemical Society pada November 2021 lalu ini, penggabungan antara kedua bahan tersebut dapat menghasilkan plastik.

Proses penelitian

Melansir Smithsonian Magazine, Jumat (3/12/2021) peneliti memaparkan hidrogel dapat dicetak menjadi berbagai bentuk, kemudian gel akan dibekukan dengan pengeringan agar kelembapannya hilang.

Sementara itu, melalui riset ini para ahli telah membuat potongan puzzle, cangkir, dan plastik dari DNA sperma salmon menggunakan proses yang disebut aqua-welding.

Dibandingkan dengan plastik polistiren tradisional, bioplastik baru ini disebut membutuhkan emisi karbon 97 persen lebih sedikit untuk dapat diproduksi.

Sebab, produksi plastik berbasis minyak membutuhkan suhu panas yang sangat tinggi serta zat beracun. Proses tersebut mengakibatkan plastik yang kerap kita gunakan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat terurai.

Untuk mendaur ulang plastik ramah lingkungan, peneliti menggunakan enzim pencerna DNA sperma salmon yang ditambahkan untuk memecah material.

Namun, jika tidak ada enzim yang tersedia, mereka hanya perlu memasukkan zat yang berasal dari sperma ikan ke dalam air. Hal tersebut akan mengubah objek kembali menjadi hidrogel.

Para peneliti menganggap bahwa temuan mereka adalah bahan yang paling berkelanjutan dibandingkan dengan plastik lain yang telah diketahui.

Baca juga: Sampah Plastik Bikin Pantai Lebih Panas di Siang Hari, Makin Dingin saat Malam

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.