Banyak Daerah Banjir, Sampai 9 Desember Cuaca Ekstrem Berpotensi Hantam Wilayah Ini

Kompas.com - 07/12/2021, 11:02 WIB
Tim SAR mengevakuasi wisatawan yang menginap di hotel dan villa di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Senin (6/12/2021). Dok. Humas Kantor SAR MataramTim SAR mengevakuasi wisatawan yang menginap di hotel dan villa di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Senin (6/12/2021).

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang bisa menghantam Indonesia hingga 9 Desember 2021.

Dengan prediksi tersebut, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan agar pemerintah atau pihak-pihak terkait dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi curah hujan di atas normal.

“Sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki periode musim hujan. Dengan indikasi aktifnya fenomena La Nina pada periode musim hujan ini, maka kewaspadaan terhadap potensi peningkatan curah hujan di atas normal harus lebih ditingkatkan,” kata Dwikorita dalam pemberitaan Kompas.com, Jumat (3/12/2021).

Dwikorita memaparkan, berdasarkan hasil analisis terkini, dalam sepekan ke depan diidentifikasi terjadi peningkatan aktivitas dinamika atmosfer yang dapat berdampak pada peningkatan potensi cuaca ekstrem secara umum di sebagian besar wilayah Indonesia.

Baca juga: Sejarah Hari Olahraga Nasional yang Diperingati Setiap 9 September

Dari hasil analisis BMKG, ada beberapa faktor pemicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia ini.

Di antaranya seperti siklon tropis Nyatoh, bibit siklon 94W, gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuatorial, dan Madden Jullian Oscillation (MJO).

Beberapa faktor kondisi atmofer tersebut semakin meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan yang dapat menimbulkan kejadian curah hujan tinggi di wilayah Indonesia.

Prakirawan Cuaca BMKG Tomi Ilham mengatakan, eks siklon tropis Teratai yang terpantau di Samudra Hindia barat daya Lampung dengan tekanan terendah 1.006 mb dan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot yang bergerak ke arah tenggara-selatan juga turut andil dalam peluang cuaca ekstrem di Indonesia beberapa hari ke depan.

Eks siklon tropis Teratai ini diketahui membentuk daerah pertemuan atau perlambatan kecepatan angin atau konvergensi yang memanjang dari Samudra Hindia selatan hingga barat daya Banten.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang di sekitar wilayah ex siklon tropis Teratai dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.