Kompas.com - 05/12/2021, 11:02 WIB
Warga mengamati truk pengangkut pasir yang tertimbun material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Akibat awan panas guguran Gunung Semeru tersebut puluhan rumah warga rusak dan ratusan warga mengungsi. ANTARA FOTO/ZABUR KARURUWarga mengamati truk pengangkut pasir yang tertimbun material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Akibat awan panas guguran Gunung Semeru tersebut puluhan rumah warga rusak dan ratusan warga mengungsi.

KOMPAS.com - Meletusnya gunung Semeru kemarin sore, Sabtu (4/12/2021), disebut warga seperti tiba-tiba, tidak ada tanda-tanda.

Hal ini seperti diungkap salah satu korban selamat dari ganasnya erupsi gunung Semeru Sinten (60), warga Dusun Curah Kobokan, Desa Supitarung, Pronojiwo, Lumajang.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Sinten menceritakan tiba-tiba dusunnya diguyur hujan abu dan batu, ada suara gemuruh dari arah gunung.

Sinten yang ketika itu sedang bersantau di rumah tamu langsung terperanjat dan panik. Ia lantas menggedor pintu kamar cucunya, Dewi, dan menariknya untuk melarikan diri.

"Gunung Semeru meletus dengan cepat. Sebelumnya, tidak ada tanda-tanda erupsi. Saat erupsi seperti kiamat," kata Sinten saat ditemui di RSUD dr Haryato, Lumajang, Sabtu (4/12/2021) sebagaimana dilansir dari Surya.

Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Ahli: Termasuk Erupsi Sekunder

Benarkah tidak ada tanda-tanda dari erupsi Gunung Semeru?

Alam selalu memberi tanda jika gunung berapi akan meletus.

Disampaikan Ahli Kebencanaan UPN Veteran Yogyakarta Eko Teguh Slamet, tanda yang diberikan alam salah satunya adalah hujan dengan intensitas tinggi atau hujan di hari yang sama.

Untuk diketahui, curah hujan yang tinggi dapat memicu guguran kubah lava dan menyebabkan terjadinya luncuran awan panas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Eko menjelaskan bahwa fenomena gunung Semeru meletus kemarin merupakan erupsi sekunder. Dia berkata, erupsi sekunder selalu terjadi di musim penghujan.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.