Kompas.com - 04/12/2021, 21:12 WIB
Ilustrasi Sudan Selatan, negara dengan akses listrik paling minim Commons WikimediaIlustrasi Sudan Selatan, negara dengan akses listrik paling minim

KOMPAS.com - Target Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 7 adalah tentang Energi Bersih dan Terjangkau. Pada tahun 2030, ditargetkan bahwa semua penduduk Bumi memiliki akses untuk energi yang terjangkau dan modern, salah satunya listrik.

Masih banyak negara yang tidak memiliki akses terhadap listrik. Padahal, listrik memiliki banyak manfaat bagi manusia, seperti bidang sosial, ekonomi, bahkan kebutuhan sehari-hari. Berikut adalah negara dengan akses listrik paling minim di dunia.

1. Sudan Selatan (7 persen)

Negara dengan akses listrik paling minim adalah Sudan Selatan. Hanya 7 persen penduduknya yang memiliki akses terhadap listrik. Bahkan, hanya kurang dari 1 persen rumah di Sudan Selatan yang dibangun dengan baik dan kokoh seperti rumah modern pada umumnya.

2. Chad (8 persen)

Chad merupakan negara di Afrika yang masih minim akses listrik. Hanya 8 persen penduduknya yang menggunakan listrik. Suplai energi di negara ini masih sangat terbatas. Energi di negara ini masih memanfaatkan energi geotermal yang berasal dari kayu.

Baca juga: Negara Tanpa Sungai di Dunia dan Sumber Air yang Digunakan

3. Burundi (11 persen)

Masih di Afrika, Burundi menduduki peringkat ketiga negara dengan akses listrik paling sedikit. Burundi juga sangat kekurangan suplai energi untuk menjadi pembangkit tenaga listrik. Sedikit penduduk yang bisa menikmati listrik masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga air. Sayangnya, ketika musim panas, semua energi listrik akan padam karena kekeringan.

Sumber energi lain yang digunakan di negara ini adalah kayu, arang, dan sisa pertanian. Alternatif energi yang mungkin digunakan adalah energi matahari dan angin. Pemerintah setempat sedang berupaya mengembangkan penggunaan energi matahari untuk daerah pedesaan.

4. Malawi (11 persen)

Penduduk Malawi yang memiliki akses terhadap listrik hanya sebesar 11 persen. Pemerintah Malawi tengah mengembangkan pembangkit listrik dengna tenaga angin, matahari, dan biogas untuk membuat listrik menjangkau lebih banyak daerah di negaranya.

Itu dia negara-negara dengan akses listrik terendah. Pasti tidak terbayang hidup tanpa akses listrik, ya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Kita
Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Kita
Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Oh Begitu
Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.