Kompas.com - 05/12/2021, 12:02 WIB
Gunung Semeru yang mengeluarkan awan panas terlihat dari Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas dan lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru terutama di aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTOGunung Semeru yang mengeluarkan awan panas terlihat dari Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas dan lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru terutama di aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

KOMPAS.com - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sore, pukul 14.50 WIB.

Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Minggu (5/12/2021) status Gunung Semeru saat ini adalah level Waspada.

Di samping itu, Gunung Semeru telah diketahui sebagai gunung api aktif di Indonesia.

Dari hasil analisis visual, asap kawah utama berwarna putih dengan ketebalan 300-500 meter dari puncak gunung.

Menurut pengamatan kegempaan, telah terjadi satu kali gempa letusan dengan amplitudo 14 mm selama 40 detik, satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 10 mm selama 201 detik, tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 7-10 mm selama 100-200 detik, dan dua kali gempa hembusan dengan amplitudo maksimal 6 mm selama 40-45 detik. 

Baca juga: Gunung Semeru Meletus Hari Ini, Berikut Daftar Gunung Api Berstatus Waspada dan Siaga

Sejauh ini, KESDM mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari aktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah Gunung Semeru, dan jarak 5 kilometer dari arah bukaan kawah di sektor tenggara-selatan.

Selain itu, masyarakat diminta untuk menjauhi kawasan yang terdampak material awan panas, mewaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan, serta selalu mewaspadai ancaman lahar di hulu sungai.

Erupsi gunung berapi disebabkan adanya tenaga yang berasal dari dalam bumi, sehingga bumi mengeluarkan isinya. 

Melansir Sciencing, Minggu (28/4/2019) para ahli vulkanologi telah mengklasifikasikan letusan gunung berapi berdasarkan jenis dan standar kualitatifnya. Sebab, setiap gunung api memiliki sifat yang berbeda.

Sementara itu, ahli geologi mengategorikan gunung api menjadi tiga kategori, yakni gunung api perisai kerucut, kerucut cinder dan kerucut komposit atau gunung api strato yang mewakili 60 persen dari gunung berapi di dunia.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Sciencing
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.