Kompas.com - 20/09/2021, 08:02 WIB

KOMPAS.com - Terlepas dari semua janji pimpinan berbagai negara untuk mengambil tindakan, suhu dunia masih memanas menuju tingkat yang berbahaya. Ini adalah penilaian blak-blakan terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Para ahli yang bekerja untuk PBB telah mempelajari rencana penanganan persoalan iklim dari lebih 100 negara, termasuk Indonesia, yang mereka sebut tidak meningkatkan target mengurangi emisi karbon sejak tahun 2015.

Para pakar di PBB menyimpulkan bahwa kita sedang menuju ke arah yang salah.

Para ilmuwan baru-baru ini menyatakan, untuk menghindari dampak terburuk dari peningkatan suhu, emisi karbon global perlu dikurangi hingga 45 persen pada tahun 2030.

Namun, analisis ini menunjukkan bahwa emisi karbon justru akan meningkat sebesar 16 persen selama periode tersebut.

Baca juga: Menakar Korelasi Perubahan Iklim dan Lingkungan terhadap Ekonomi Biru

Situasi itu pada akhirnya dapat menyebabkan kenaikan suhu hingga 2,7 derajat celsius di atas masa pra-industri. Ini jauh di atas batas yang ditetapkan oleh komunitas internasional.

"Peningkatan 16 persen merupakan penyebab keprihatinan besar," kata Patricia Espinosa, kepala tim negosiator urusan iklim PBB.

"Ini sangat kontras dengan seruan kalangan sains untuk mengurangi emisi secara cepat, berkelanjutan, dan berskala besar demi mencegah konsekuensi dan penderitaan iklim yang paling parah, terutama di wilayah yang paling rentan, di seluruh dunia," ujarnya.

Ini adalah peringatan keras terkait skala persoalan yang akan dibicarakan pada konferensi iklim COP26. Ajang ini dijadwalkan berlangsung di Glasgow, Skotlandia, enam minggu mendatang.

Tujuan utama dari perhelatan raksasa ini adalah demi menjaga harapan terkait upaya membatasi kenaikan suhu global dengan cara membujuk banyak negara mengurangi emisi mereka.

Di bawah aturan Perjanjian Paris tentang perubahan iklim, negara-negara diminta memperbarui rencana pengurangan karbon mereka setiap lima tahun.

Namun, PBB menyebut bahwa dari 191 negara yang mengambil bagian dalam Perjanjian Paris, hanya 113 negara yang sejauh ini memberikan janji yang lebih baik.

Alok Sharma, Presiden Konferensi COP26, berkata bahwa negara-negara yang memiliki rencana iklim ambisius "sudah membengkokkan kurva emisi ke bawah".

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asteroid Terbesar yang Tabrak Bumi, Bukan Asteroid yang Musnahkan Dinosaurus

Asteroid Terbesar yang Tabrak Bumi, Bukan Asteroid yang Musnahkan Dinosaurus

Oh Begitu
Bintang di Langit Malam, Berapa yang Bisa Dilihat?

Bintang di Langit Malam, Berapa yang Bisa Dilihat?

Oh Begitu
Pengertian Morfologi dan Ruang Lingkupnya

Pengertian Morfologi dan Ruang Lingkupnya

Oh Begitu
Apakah Bebek Punya Gigi?

Apakah Bebek Punya Gigi?

Oh Begitu
Alergi: Penyebab, Reaksi, dan Cara Mengobatinya

Alergi: Penyebab, Reaksi, dan Cara Mengobatinya

Oh Begitu
7 Gejala Umum Penyakit Kulit, Ruam hingga Kulit Bersisik

7 Gejala Umum Penyakit Kulit, Ruam hingga Kulit Bersisik

Kita
Apa Mangsa Ular Titanoboa?

Apa Mangsa Ular Titanoboa?

Oh Begitu
Apakah Kungkang Hewan Berbahaya?

Apakah Kungkang Hewan Berbahaya?

Oh Begitu
3 Pohon Tertinggi di Dunia

3 Pohon Tertinggi di Dunia

Oh Begitu
Bagaimana Proses Metamorfosis pada Kupu-kupu?

Bagaimana Proses Metamorfosis pada Kupu-kupu?

Oh Begitu
Efek Samping Methylprednisolone, dari yang Umum hingga yang Berat

Efek Samping Methylprednisolone, dari yang Umum hingga yang Berat

Oh Begitu
Apa Bintang Terdekat dengan Bumi?

Apa Bintang Terdekat dengan Bumi?

Oh Begitu
Kenapa Sisik Trenggiling Diburu dan Diperdagangkan di Pasar Gelap?

Kenapa Sisik Trenggiling Diburu dan Diperdagangkan di Pasar Gelap?

Oh Begitu
Penyebab dan Pertolongan Pertama Gancet, Penis Tersangkut di Vagina

Penyebab dan Pertolongan Pertama Gancet, Penis Tersangkut di Vagina

Kita
Obat Sakit Gigi Berlubang Paling Ampuh di Apotek

Obat Sakit Gigi Berlubang Paling Ampuh di Apotek

Kita
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.