Kompas.com - 04/09/2021, 18:07 WIB
Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah, zika, chikungunya. Nyamuk ini, khususnya nyamuk betina menjadi vektor virus arbovirus, yakni virus penyebab penyakit-penyakit tersebut. SHUTTERSTOCK/Tacio Philip SansonovskiIlustrasi nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah, zika, chikungunya. Nyamuk ini, khususnya nyamuk betina menjadi vektor virus arbovirus, yakni virus penyebab penyakit-penyakit tersebut.


KOMPAS.com - Sebuah studi baru menemukan bahwa dengan memberikan gula pada nyamuk sebelum ia makan darah, maka nyamuk Aedes aegypti, penyebab penyakit demam berdarah, tidak akan bisa menularkan virus yang dibawanya.

Para ilmuwan dalam studinya ini mengungkapkan bahwa penyebab penyakit Zika, demam berdarah hingga chikungunya, adalah disebabkan oleh virus yang disebut dengan arbovirus.

Virus ini dibawa dan ditularkan oleh nyamuk, dan dengan pemberian gula, studi ini menunjukkan kemampuan nyamuk dapat terhambat dalam menularkan penyakit-penyakit tersebut.

Penelitian ini dipimpin oleh para peneliti di MRC-University of Glasgow Center for Virus Research.

Spesies nyamuk Aedes aegypti adalah vektor arbovirus penyebab penyakit demam berdarah

Dalam studi ini menunjukkan bahwa nyamuk ini telah meningkatkan kekebalan pada usus setelah makan gula, yang pada gilirannya melindungi spesies betina dari infeksi virus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Mengapa Nyamuk Demam Berdarah Merajalela di Musim Hujan?

 

Temuan studi pemberian gula pada nyamuk yang akan memengaruhinya dalam menularkan virus demam berdarah ini telah dipublikasikan di jurnal PLOS Pathogens.

Para peneliti menjelaskan bahwa studi tersebut adalah hasil dari tantangan yang signifikan untuk lebih memahami bagaimana nutrisi memengaruhi kekebalan dan ketahanan terhadap infeksi pada spesies yang relevan seperti nyamuk.

Nyamuk dewasa, jantan dan betina, memakan nektar dan getah tanaman untuk mendapatkan karbohidrat sebagai cadangan energinya.

Dilansir dari Phys, Sabtu (4/9/2021), nyamuk betina membutuhkan makanan darah untuk berkembang biak.

Inilah alasan atau penyebab yang kemudian membuat nyamuk betina bertindak sebagai vektor dari banyak patogen yang dapat menularkan penyakit seperti Zika, demam berdarah maupun chikungunya.

Lantas, bagaimana nyamuk betina dikaitkan sebagai pembawa virus penyebab demam berdarah dan bagaimana gula bisa membuatnya tidak bisa menularkan virus ini?

Baca juga: Rekayasa Genetika Nyamuk Ini Siap Lawan Demam Berdarah

Halaman:


Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.