Kompas.com - 04/09/2021, 14:00 WIB
Terumbu karang ShutterstockTerumbu karang

KOMPAS.com - Terumbu karang adalah satu dari tiga komponen penyusun ekosistem pesisir. Ekosistem pesisir dan laut dangkal terdiri dari mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.

Terumbu karang merupakan sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan alga yang disebut zooxanthliae.

Terumbu karang adalah ekosistem yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, seperti suhu, sedimentasi, dan sentuhan. Oleh karena itu, pemanasan global juga memiliki dampak secara tidak langsung kepada rusaknya terumbu karang.

Selain itu, kenaikan suhu permukaan air laut juga memicu pemutihan karang (coral bleaching) yang diikuti kematian terumbu karang hingga 90 persen.

Terumbu karang merupakan ekosistem yang harus kita jaga karena memiliki banyak fungsi bagi kehidupan dan lingkungan. Dilansir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, di bawah ini merupakan fungsi terumbu karang.

1. Mengontrol iklim bumi

Lebih dari 70 persen permukaan Bumi ditutupi oleh air. Laut berperan menangkap karbon dioksida yang terkandung di dalam atmosfer. Kemampuan ini adalah akibat keseimbangan ekosistem laut, termasuk terumbu karang.

Jika ekosistem laut mengalami kerusakan, kemampuan laut menyerap karbon dioksida akan berkurang. Dampaknya tidak hanya kepada iklim Bumi, tetapi juga terhadap keberlangsungan makhluk laut lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 7 Manfaat Hutan Mangrove bagi Lingkungan dan Kehidupan

2. Habitat hewan kecil

Bersama dengan mangrove dan padang lamun, terumbu karang menjadi tempat tinggal yang ideal bagi hewan-hewan kecil seperti kuda laut, ikan kerapu, ikan baronang, dan ikan kecil lainnya.

Selain itu, terumbu karang juga menjadi sumber makanan bagi hewan-hewan terebut.

3. Menahan ombak dan gelombang laut

Terumbu karang mampu menahan dan memperlambat arus ombak yang datang ke pesisir. Ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya erosi pantai dan mengurangi dampak jika terjadi gelombang besar seperti tsunami.

4. Wisata bahari

Terumbu karang memiliki bentuk dan warna yang sangat indah dan beragam. Ini menjadikannya memiliki potensi wisata bahari.

Namun, perlu bijak jika menjadikan ini obyek wisata karena terumbu karang adalah ekosistem yang sangat sensitif terhadap perubahan sekitar dan sentuhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Hewan Darat yang Pandai Berenang

5 Hewan Darat yang Pandai Berenang

Oh Begitu
Studi Ungkap Pohon di Perkotaan Turunkan Suhu Permukaan Tanah hingga 12 Derajat Celcius

Studi Ungkap Pohon di Perkotaan Turunkan Suhu Permukaan Tanah hingga 12 Derajat Celcius

Oh Begitu
Dokter Anak Tegaskan Pentingnya Melengkapi Imunisasi Dasar Sebelum Vaksin Covid-19

Dokter Anak Tegaskan Pentingnya Melengkapi Imunisasi Dasar Sebelum Vaksin Covid-19

Oh Begitu
10 Varian Covid-19 Beserta Gejalanya, dari Alpha hingga Omicron

10 Varian Covid-19 Beserta Gejalanya, dari Alpha hingga Omicron

Oh Begitu
Makan Buah Alpukat Lebih dari Satu, Studi Temukan Manfaatnya untuk Kesehatan

Makan Buah Alpukat Lebih dari Satu, Studi Temukan Manfaatnya untuk Kesehatan

Oh Begitu
Misterius, Ahli Temukan Mumi Terikat Tali dengan Tangan Menutupi Wajah

Misterius, Ahli Temukan Mumi Terikat Tali dengan Tangan Menutupi Wajah

Oh Begitu
Update Siklon Tropis Nyatoh, Bibit Siklon Tropis 94W dan 92S Beserta Dampaknya

Update Siklon Tropis Nyatoh, Bibit Siklon Tropis 94W dan 92S Beserta Dampaknya

Fenomena
Perbedaan Kupu-kupu dan Ngengat

Perbedaan Kupu-kupu dan Ngengat

Oh Begitu
Nama Varian Omicron, Mengapa WHO Melewatkan Dua Alfabet Yunani untuk Menamainya?

Nama Varian Omicron, Mengapa WHO Melewatkan Dua Alfabet Yunani untuk Menamainya?

Oh Begitu
Waspada Dampak Bibit Siklon Tropis 94W, dari Cuaca Ekstrem hingga Wilayah Berisiko Banjir

Waspada Dampak Bibit Siklon Tropis 94W, dari Cuaca Ekstrem hingga Wilayah Berisiko Banjir

Fenomena
5 Saran Epidemiolog untuk Pemerintah dalam Respons Omicron, Tingkatkan Surveillance Genomic

5 Saran Epidemiolog untuk Pemerintah dalam Respons Omicron, Tingkatkan Surveillance Genomic

Oh Begitu
Bagaimana Cara Menghitung Umur Bintang? Begini 3 Caranya

Bagaimana Cara Menghitung Umur Bintang? Begini 3 Caranya

Oh Begitu
Epidemiolog: Aturan Karantina Pelaku Internasional 7 Hari Bagus, tapi...

Epidemiolog: Aturan Karantina Pelaku Internasional 7 Hari Bagus, tapi...

Oh Begitu
Masker Katup Disebut Dalang Penularan Omicron di Hong Kong, Kok Bisa?

Masker Katup Disebut Dalang Penularan Omicron di Hong Kong, Kok Bisa?

Oh Begitu
Negara dengan Zona Waktu Terbanyak, Memiliki 12 Zona Waktu

Negara dengan Zona Waktu Terbanyak, Memiliki 12 Zona Waktu

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.