Kompas.com - 14/08/2021, 18:30 WIB
Ilustrasi kencing berbusa freepikIlustrasi kencing berbusa

KOMPAS.com - Urine yang normal berwarna kuning pucat dan tidak berbusa. Namun, ada beberapa kasus yang menyebabkan warna urine berubah hingga berbusa. Artikel ini akan membahas lebih rinci mengenai kencing berbusa.

Jika kondisi kantung kemih terlalu penuh, ini bisa menyebabkan urine keluar dengan tekanan tinggi dan menyebabkan selapis busa. Namun, busa pada kasus ini biasanya sedikit dan cepat menghilang.

Beberapa kondisi bisa menyebabkan urine selalu berbusa dan tidak langsung menghilang, ini bisa jadi tanda seseorang mengalami kondisi yang lebih serius pada ginjalnya.

Baca juga: Fimosis, Kulit Penis Menutupi Lubang Kencing: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Penyebab kencing berbusa

Umumnya, penyebab kencing berbusa adalah proteinuria, yaitu kondisi dimana urine mengandung protein. Ini merupakan pertanda seseorang memerlukan pemeriksaan ginjal yang lebih lanjut.

Dilansir dari Medical News Today, terdapat tiga jenis kondisi yang bisa menjadi penyebab kencing berbusa.

Pertama adalah dehidrasi. Jika seseorang mengalami dehidrasi, urin akan berwarna lebih gelap dan lebih pekat. Ini disebabkan seseorang tidak meminum cukup cairan untuk melarutkan zat lain seperti protein.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua adalah penyakit ginjal. Salah satu fungsi penting ginjal adalah untuk menyaring protein yang ada di dalam darah. Jika seseorang memiliki penyakit ginjal, protein bisa masuk ke dalam urine.

Baca juga: Halo Prof! Kencing Sering Seperti Ada yang Tersisa, Apa Solusinya?

Terdeteksinya protein dalam urine merupakan tanda awal bahwa seseorang memiliki gangguan ginjal. Biasanya gejala tersebut akan diiringi gejala lain seperti gatal-gatal, mual, napas pendek, bengkak, mudah lelah, muntah, dan sering buang air kecil.

Penyebab yang terakhir adalah diabetes. Diabetes bisa menyebabkan komplikasi gangguan ginjal yang disebut diabetic nephropathy. Kondisi ini menyerang pembuluh darah kecil di ginjal sehingga tidak mampu menyaring protein.

Kondisi ini biasanya disertai pandangan kabur, mulut kering, haus, sering buang air kecil, sering lapar, kulit gatal, dan mudah lelah.

Selain itu terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kencing berbusa namun kasusnya cukup jarang. Kondisi tersebut adalah ejakulasi retrogade, amiloidosis, dan konsumsi obat-obatan untuk infeksi ginjal.

Perawatan kencing berbusa

Perawatan ini akan berbeda-beda tergantung dari kondisi penyebabnya. Dengan mengontrol penyebabnya, maka kondisi ini pun bisa berkurang, bahkan sembuh. Konsultasikan ke dokter untuk mengetahui perawatan yang tepat untuk Anda.

Baca juga: Mitos atau Fakta: Sering Kencing pada Malam Hari Pertanda Diabetes?

Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami hal-hal berikut:

  • Kencing berbusa terus terjadi beberapa hari
  • Disertai gejala seperti mual, muntah, nafsu makan menurun, dan kelelahan
  • Urine tidak jernih atau berdarah
  • Jika Anda pria dan sedang berusaha memiliki anak, namun sudah lebih dari 1 tahun belum berhasil
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.