Kompas.com - 24/07/2021, 18:33 WIB
Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta mengikuti kirab budaya di kampus mereka di kawasan Karangmalang, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (7/12/2012). Kegiatan tersebut untuk memprotes rencana penghapusan muatan lokal bahasa daerah pada perubahan kurikulum yang akan datang.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOMahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta mengikuti kirab budaya di kampus mereka di kawasan Karangmalang, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (7/12/2012). Kegiatan tersebut untuk memprotes rencana penghapusan muatan lokal bahasa daerah pada perubahan kurikulum yang akan datang.


KOMPAS.com - Keberadaan bahasa daerah di Indonesia kian hari makin tersisihkan. Bahkan beberapa bahasa daerah terancam punah karena sepi penutur.

Data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun mencatat, setidaknya ada 11 bahasa daerah yang punah.

Semuanya berasal dari Indonesia bagian timur, yakni Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.

Kepunahan suatu bahasa memang tak terjadi secara langsung, melainkan melalui proses yang panjang.

Sebelum akhirnya dinyatakan punah, sebuah bahasa akan melalui tahapan mulai dari berpotensi terancam punah, terancam punah, sangat terancam punah, sekarat, dan punah.

Baca juga: Mengapa Bahasa di Dunia Berbeda-beda?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Menurut Cece Sobarna, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjajaran, ada beberapa faktor memicu suatu bahasa daerah di Indonesia dapat terancam punah.

Dikutip dari laman resmi Universitas Padjajaran, Sabtu (24/7/2021) ia menyebut jika ada anggapan bahwa menggunakan bahasa daerah merupakan simbol keterbelakangan dan juga kemiskinan.

Sementara untuk kalangan muda, seringkali lahir persepsi tidak gaul saat seseorang menggunakan bahasa daerahnya.

"Anggapan itu tentu mengkhawatirkan jika terjadi terus menerus karena akhirnya bahasa daerah akan ditinggalkan oleh penuturnya," ungkap Cece.

Faktor lain yang dapat menyebabkan bahasa daerah di Indonesia terancam punah adalah anggapan bahwa dwibahasa dapat menghalangi proses pendidikan anak.

Baca juga: Mengapa Nama Ilmiah Menggunakan Bahasa Latin?

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.