Kompas.com - 04/07/2021, 09:02 WIB
Petugas kesehatan membawa pasien menuju ruangan perawatan dari pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/7/2021). Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bandung menyatakan angka keterisian ruang isolasi atau Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah rumah sakit rata-rata mencapai lebih dari 90 persen akibat terus meningkatnya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 meskipun telah berupaya melakukan penambahan tempat tidur. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wsj. NOVRIAN ARBIPetugas kesehatan membawa pasien menuju ruangan perawatan dari pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/7/2021). Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bandung menyatakan angka keterisian ruang isolasi atau Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah rumah sakit rata-rata mencapai lebih dari 90 persen akibat terus meningkatnya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 meskipun telah berupaya melakukan penambahan tempat tidur. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wsj.

KOMPAS.com - Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Rumah sakit penuh, pasien Covid-19 semakin banyak, dan korban meninggal berguguran.

Salah satu terapi Covid-19 yang saat ini menjadi andalan adalah terapi plasma konvalesen. Meski belum ada satu pun terapi yang benar-benar menyembuhkan pasien terinfesi, tapi ada beberapa pilihan terapi yang sudah disusuh perhimpunan dokter Indonesia.

Pilihan terapi lain selain plasma konvalesen menjadi salah satu berita terpopuler Sains Kompas.com di akhir pekan, 2-3 Juli 2021.

Selain terapi Covid-19, kita pun harus sadar dan mengenali varian Delta. Ini adalah varian yang disebut WHO paling mengkhawatirkan di dunia karena penularannya sangat cepat.

Layanan tes PCR yang tutup karena kelebihan kapasitas menjadi perhatian lain, hingga apa saja efek samping vaksin Moderna yang akan dipakai di Indonesia.

Baca juga: [POPULER SAINS] Perlukah Tes Antibodi Usai Vaksin? | Syarat Vaksin Covid-19 untuk Anak

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut rangkumannya:

1. Terapi selain plasma konvalesen

Saat ini belum ada satu pun terapi definitif yang benar-benar menyembuhkan pasien yang terinfeksi Covid-19. Para peneliti dan tim medis melakukan berbagai pendekatan perawatan yang berbeda. Beberapa pilihan terapi Covid-19 tertuang di dalam Pedoman Tatalaksana Covid-19 yang disusun oleh beberapa perhimpunan dokter di Indonesia, yakni:

  • Anti IL-6 (Tocilizumab)
  • Anti IL-2 (Anakinra)
  • Antibiotik
  • Sel punca mesenkimal
  • Intravenous immunoglobulin (IVIG)
  • N-Asetilsistein

Penyusun pedoman ini adalah Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi), Perhimpupan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Baca penjelasan selengkapnya di sini:

Tidak Hanya Plasma Konvalesen, Ini Pilihan Terapi Covid-19

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.