Kompas.com - 11/06/2021, 22:02 WIB
Donasi obat ivermectin diberikan untuk membantu penanganan kasus Covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (11/6/2021). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIADonasi obat ivermectin diberikan untuk membantu penanganan kasus Covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (11/6/2021).

KOMPAS.com - Obat Ivermectin belakangan menjadi heboh di antara masyarakat, karena diklaim ampuh untuk menangkal Covid-19 dan telah berhasil menurunkan kasus Covid-19 di India.

Ketua Umum HKTI, Moeldoko, bahkan mengirimkan ribuan dosis Ivermectin untuk membantu penanganan kasus Covid-19 di Kudus dan Semarang.

Terkait hal ini, Badan POM RI menyampaikan klarifikasi resmi dan mengingatkan mengenai bahaya penggunaan obat Ivermectin tanpa resep dokter.

Badan POM RI menjelaskan bahwa menurut penelitian yang sudah dipublikasikan saat ini, Ivermectin dinyatakan memiliki potensi antiviral pada uji secara in-vitro di laboratorium.

Baca juga: CDC: Terinfeksi Covid-19 Usai Vaksin, Gejalanya Terbukti Lebih Ringan

Akan tetapi, masih diperlukan bukti ilmiah yang lebih meyakinkan terkait keamanan, khasiat dan efektivitasnya sebagai obat Covid-19 melalui uji klinik lebih lanjut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Obat Ivermectin kaplet 12 mg sendiri telah terdaftar di Indonesia untuk indikasi infeksi kecacingan (Strongyloidiasis dan Onchocerciasis) dan bukan untuk Covid-19.

Selain itu, obat ini merupakan obat keras yang pembeliannya harus dengan resep dokter.

Jika digunakan tanpa indikasi medis dan tanpa resep dokter dalam jangka waktu panjang, Ivermectin dapat menimbulkan berbagai efek samping.

Efek samping dari Ivermectin di antaranya nyeri otot atau sendir, ruam kulit, demam, pusing, sembelit, diare, mengantuk, dan sindrom Stevens Johnson.

Baca juga: Sudah Divaksin Covid-19, Bolehkah Bersalaman dengan Orang Lain?

Oleh karena itu, Badan POM RI meminta kepada masyarakat untuk tidak membeli obat Ivermectin secara bebas, tanpa resep dokter, termasuk di platform online.

Meski demikian, uji klinik untuk memastikan khasiat dan keamanan penggunaan Ivermectin dalam pengobatan COvid-19 akan dilakukan sebagai tindak lanjut.

Uji klinik ini dilakukan di bawah koordinasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI dan melibatkan beberapa rumah sakit.

Badan POM RI juga akan terus memantau pelaksanaan dan menindaklanjuti hasil penelitian serta melakukan update informasi terkait penggunaan obat ini untuk penanganan COvid-19 melalui komunikasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Otoritas Obat di negara lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.