Kompas.com - 12/04/2021, 14:00 WIB
Petugas mengamati posisi hilal menggunakan teropong saat Rukyatul Hilal di Pantai Jerman, Kuta, Bali, Selasa (21/7/2020). Pengamatan yang dilakukan untuk menentukan awal bulan Zulhijjah dan Idul Adha 1441 Hijriah/2020 Masehi di pantai tersebut tidak berhasil melihat hilal karena kondisi cuaca mendung. ANTARA FOTO/FIKRI YUSUFPetugas mengamati posisi hilal menggunakan teropong saat Rukyatul Hilal di Pantai Jerman, Kuta, Bali, Selasa (21/7/2020). Pengamatan yang dilakukan untuk menentukan awal bulan Zulhijjah dan Idul Adha 1441 Hijriah/2020 Masehi di pantai tersebut tidak berhasil melihat hilal karena kondisi cuaca mendung.

KOMPAS.com - Sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1442 akan digelan Kementerian Agama, Senin (12/4/2021) sore.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, dalam pelaksanaan sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1442 H ada tiga tahapan:

  • Pertama, pada pukul 16.45 WIB, akan dimulai dengan pemaparan posisi hilal awal Ramadhan 1442 H oleh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag. Sesi ini akan disiarkan langsung melalui tayangan televisi.
  • Kedua, setelah shalat maghrib, akan digelar sidang isbat awal Ramadhan. Tahap ini digelar secara tertutup.
  • Ketiga, akan digelar konferensi pers penyampaian hasil sidang isbat oleh Menteri Agama. Penyampaian keputusan akan akan disiarkan TVRI dan media sosial Kemenag.

Lantas, bagaimana para ilmuwan melihat posisi hilal?

Baca juga: Apa Itu Hilal, Penentu Awal Bulan Ramadhan dan Sabda Nabi SAW

Cara melihat hilal

Hilal adalah bulan sabit tertipis yang berkedudukan rendah di atas cakrawala langit barat, dan sudah diamati tepat selepas terbenamnya Matahari.

Astronom amatir Marufin Sudibyo mengatakan kepada Kompas.com 22 April 2020, terbenamnya matahari adalah patokan dalam menentukan hilal.

"Hilal menjadi penentu bagi awal bulan kalender Hijriyyah karena sifatnya. Bilamana pada senja hari hilal terlihat, maka di senja hari sebelumnya hilal tidak akan ada di atas cakrawala langit Barat karena Bulan memang tidak ada di sana,” jelas Marufin.

Untuk melihat hilal, ada tiga metode yang bisa dilakukan:

  1. Mata telanjang
  2. Alat bantu optik tapi tetap mengandalkan mata
  3. Alat bantu optik dengan sensor atau kamera

Berikut penjelasannya:

1. Metode mata telanjang

Metode petama adalah dengan mata telanjang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X