Kompas.com - 09/04/2021, 11:05 WIB
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan pria. SHUTTERSTOCKIlustrasi pemeriksaan kesehatan pria.


KOMPAS.com- Pemeriksaan kesehatan selama pandemi Covid-19 dianjurkan dilakukan secara rutin dengan variasi frekuensi pemeriksaan tergantung usia dan kondisi kesehatan.

Namun, karena dampak dari pandemi saat ini, maka pemeriksaan kesehatan yang seharusnya rutin dilakukan pun tak lagi menjadi prioritas.

Padahal, tidak semua masalah kesehatan menunjukkan gejala pada tahap awal.

Karenanya penting untuk memeriksakan kesehatan secara berkala agar penanganan masalah kesehatan dapat dilakukan sejak dini.

Lalu, apa saja pemeriksaan kesehatan yang perlu dilakukan selama pandemi Covid-19?

Pemeriksaan kesehatan biasanya meliputi pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan organ-organ penting seperti kesehatan jantung, otak, paru, ginjal, hingga pemeriksaan tulang, komposisi tubuh, mata, gigi dan lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Pemeriksaan Kadar Kolesterol Tetap Harus Dilakukan

 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Imelda Maria Loho, Sp.PD menjelaskan lebih dalam tentang tujuan dan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin dalam webinar yang diselenggarakan RSPI yang bertajuk Pemeriksaan Kesehatan Berkala, Kamis (8/4/2021).

Lebih lanjut, dr. Imelda mengatakan bahwa tujuan dari cek kesehatan di antaranya adalah untuk menurunkan faktor risiko, deteksi dini serta mencegah perburukan pada penyakit.

Terdapat berbagai pemeriksaan umum yang penting untuk Anda lakukan secara rutin di antaranya pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan. Pemeriksaan fisik meliputi.

Baca juga: Glaukoma Penyebab Utama Kebutaan Mata, Ini Pentingnya Pemeriksaan Rutin

 

1. Indeks Massa Tubuh

Frekuensi pemeriksaan dianjurkan setiap tahun. Dilihat dari nilai ukur IMT normal sekitar 18.5-22.9 jika lebih dari itu berarti perlu pegecekan lanjutan seperti cek kadar lemak, cek gula, fungsi hati, fungsi jantung dan modifikasi gaya hidup.

2. Tekanan darah

Frekuensi pemeriksaan dianjurkan setiap dua tahun sekali (jika <120-80) dan setiap tahun (jika >120-80).

Dilihat dari nilai normal yaitu <140/<90. Jika didapati abnormal, maka perlu pemeriksaan kesehatan atau pengecekan lanjutan seperti cek kadar lemak, gula, fungsi hati, jantung dan modifikasi gaya hidup.

Baca juga: Apa Saja Pemeriksaan yang Diperlukan untuk Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.