Fakta Mutasi Virus Corona B.1.1.7 di Indonesia, dari Penyebaran, Gejala, hingga Pencegahannya

Kompas.com - 08/03/2021, 07:02 WIB


KOMPAS.com- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, mutasi virus corona dari Inggris atau varian B.1.1.7 sudah masuk ke Indonesia.

Pemerintah menemukan dua kasus varian baru virus corona Inggris, B.1.1.7 pada Senin (1/2/2021) malam.

"Ini fresh from the oven, baru tadi malam ditemukan dua kasus," kata Dante dalam acara Inovasi Indonesia untuk Indonesia Pulih Pasca Pandemi, Selasa (2/3/2021).

Dante menuturkan, pemerintah telah memeriksa 462 kasus dalam beberapa bulan terakhir. Hasilnya, ditemukan dua kasus mutasi virus corona tersebut.

Apa itu mutasi virus B.1.1.7?

Baca juga: Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Ditemukan di Indonesia, Ini 4 Hal yang Perlu Diketahui

 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Tangerang, dr Haryanto Utama SpPD menjelaskan bahwa Covid-19 varian B.1.1.7 Inggris yang muncul di Indonesia ini adalah salah satu varian virus corona yang telah mengalami mutasi secara struktur.

Sebagai informasi, B pada varian baru B.1.1.7 memiliki arti British dan angka 117 itu merupakan kode jenis virus Covid-19 yang ada di British (UK).

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara, dr Kathi Swaputri SpPD mengatakan bahwa penamaan itu sendiri terdaftar dalam Gisaid.com.

Baca juga: Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Gejala Mirip Varian Asli

 

"Dengan semakin tidak terkontrolnya Covid-19, maka akan ada kecenderungan virus tersebut termutasi,” ujar dr Kathi.

Berikut beberapa fakta terkait varian baru B.1.1.7 yang masuk ke Indonesia, dari cara penyebaran, bagaimana terbentuknya, gejala, pengobatan, hingga pencegahannya.

1. Cara penyebaran Covid-19 varian B.1.1.7

Penyebaran Covid-19 varian B.1.1.7 Inggris ini memiliki tingkat transmisi yang lebih tinggi yakni 70 persen dari Covid-19 sebelumnya yang belum termutasi.

“Menurut peneliti, karakterisik Covid-19 varian (virus corona) B117 UK (Inggris) ini lebih mudah menempel pada sel inang dan menginfeksinya dibandingkan Covid-19 yang belum termutasi. Covid-19 varian B.1.1.7 UK sendiri tidak lebih berbahaya akan tetapi tingkat penyebarannya dapat dikatakan sangat tinggi,”  kata Haryanto.

Baca juga: Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Ini Macam Varian Covid-19

Ilustrasi ilmuwan mempelajari infeksi Covid-19 yang disebabkan virus SARS-CoV-2, jenis virus corona baru yang menyebabkan pandemi global. Ilmuwan Inggris akan menginfeksi orang sehat dengan virus corona untuk mempelajari infeksi Covid-19.SHUTTERSTOCK/Blue Planet Studio Ilustrasi ilmuwan mempelajari infeksi Covid-19 yang disebabkan virus SARS-CoV-2, jenis virus corona baru yang menyebabkan pandemi global. Ilmuwan Inggris akan menginfeksi orang sehat dengan virus corona untuk mempelajari infeksi Covid-19.

Akibat menjadi kekhawatiran banyak orang, maka Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara penyebaran varian baru virus Covid-19 yang dianggap lebih cepat menyebar ini.

  • Pertama, melalui droplet. Menghirup percikan ludah atau droplet dari pasien saat batuk atau bersin
  • Kedua, kontak erat dengan orang. Kontak erat dengan yang sudah terinfeksi (bersentuhan, berjabat tangan, dan berbicara dengan jarak dekat tanpa menggunakan masker). 
  • Ketiga, kontak dengan benda. Kontak erat dengan benda-benda yang terkontaminasi virus dan menyentuh area hidung, mata, dan mulut tanpa cuci tangan dengan sabun terlebih dahulu.

Baca juga: 4 Varian Baru Virus Corona yang Mengkhawatirkan, Salah Satunya B.1.1.7

 

2. Cara varian baru B.1.1.7 terbentuk

Dr Kathi menjelaskan bahwa sebenarnya pembentukan varian baru B.1.1.7 UK ini dengan virus SARS-CoV-2 belum termutasi, dapat dikatakan hampir sama.

Virus menempelkan dirinya pada sel dalam tubuh manusia, terutama di bagian organ respiratory atau paru-paru.

Selanjutnya, virus melakukan replikasi dengan jumlah yang cukup besar hingga menimbulkan gejala sistemik, baik ringan maupun berat.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Inggris, 2 Gejala Ini Prediktor Dirawat di RS

 

3. Gejala infeksi Covid-19 varian baru

Adapun, gejala yang dirasakan antara Covid-19 yang belum termutasi dan Covid-19 varian baru B.1.1.7 Inggris juga tidak jauh berbeda.

"Hanya saja Covid-19 varian B117 UK lebih mudah menular," tegas Dokter Spesialis paru di Primaya Hospital Makassa, DR dr M Harun Iskandar SpPD SpP(K).

Berikut beberapa gejala awal infeksi Covid-19 varian baru B117:

  • Sesak napas
  • Gangguan penciuman
  • Diare
  • Batuk pilek
  • Demam

"Gejala yang timbul mirip ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), namun memang menurut para ahli di UK, beberapa pasien mengalami kondisi berat akibat ganggaun pernapasan," kata dr Kathi.

Baca juga: Varian Baru Corona di Inggris dan Afrika Selatan, Ini yang Harus Diketahui

Ilustrasi genom virus corona, pengurutan genom virus, mutasi virus corona. CDC minta pengurutan genom virus corona di Amerika Serikat (AS) dapat dilipatgandakan atau ditingkatkan untuk memantau mutasi virus SARS-CoV-2.SHUTTERSTOCK/Leigh Prather Ilustrasi genom virus corona, pengurutan genom virus, mutasi virus corona. CDC minta pengurutan genom virus corona di Amerika Serikat (AS) dapat dilipatgandakan atau ditingkatkan untuk memantau mutasi virus SARS-CoV-2.

4. Pengobatan pasien Covid-19 varian baru

Ditegaskan Haryanto, meskipun lebih cepat menular tetapi pengobatan pasien yang terpapar Covid-19 varian baru B117 UK ini masih sama dengan Covid-19 yang belum termutasi.

Jika pasien hanya bergejala ringan atau tanpa gejala, maka bisa dengan melakukan isolasi mandiri yang tetap menjaga asupan nutrisi yang seimbang.

Namun, apabila pasien mengalami gejala sedang atau berat, maka sebaiknya pasien memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan terapi yang sesuai. 

“Segera periksakan diri Anda ke fasilitas kesehatan terdekat untuk melakukan skrining dan pengobatan yang sesuai jika Anda mengalami gejala-gejala Covid-19 varian B117 UK ini," tegas Haryanto.

Baca juga: Jika Mutasi Virus Corona Makin Ganas, Vaksin Covid-19 Perlu Direvisi

 

5. Pencegahan infeksi varian baru B117 UK

Untuk menghindari dari infeksi Covid-19 varian baru ini, maka masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

  • Selalu terapkan social distancing
  • Gunakan masker 
  • Hindari kerumunan - Rutin mencuci tangan
  • Menjaga imunitas
  • Ikut program vaksinasi Covid-19

Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa perubahan struktur virus corona pada varian B.1.1.7 Inggris, seperti yang ditemukan di Indonesia, tidak terlalu signifikan dari Covid-19 yang belum termutasi, sehingga program vaksinasi Covid-19 masih cukup ampuh dalam menghalang penyebaran virus. 

Baca juga: Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Ini Macam Varian Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.