Kompas.com - 18/02/2021, 16:02 WIB

KOMPAS.com - Virus terus melakukan mutasi dan mencari kombinasi yang tepat dalam mutasi parsial, untuk meloloskan diri dari efek vaksinasi.

"Optimasi vaksin bukan sesuatu segampang membalik telapak tangan dan terjadi cuma dalam waktu semalam," ujar Richard Webby direktur World Health Organization Flu Center di St. Jude Children's Research Hospital di Memphis, AS.

Hasil riset teranyar meningkatkan kekhawatiran, vaksin Covid-19 generasi pertama tidak akan ampuh melawan varian virus mutasi Afrika Selatan maupun varian mutasi lainnya yang bersirkulasi secara global.

Kabar baiknya, banyak vaksin Covid-19 dibuat dengan teknologi terbaru yang sangat fleksibel dan memudahkan revisi atau upgrade.

Baca juga: Apakah Pasien Kanker Bisa Mendapat Vaksin Covid-19? Ahli Jelaskan

 

Tapi tetap ada kendala, yakni menentukan apakah virus sudah melakukan mutasi cukup jauh, dan apakah sudah tiba saatnya melakukan modifikasi vaksin? Dan perubahan apa yang harus dilakukan?

"Pertanyaannya, kapan saatnya kita menarik pelatuknya?", tanya Norman Baylor, mantan direktur urusan vaksin Food and Drug Administration AS.

"Saat ini virusnya ibarat sasaran tembak yang terus bergerak", tandasnya.

Vaksin influenza jadi model

WHO dan FDA kini melirik sistem pembuatan vaksin flu global untuk mengambil keputusan, terkait update vaksin corona.

Virus influenza melakukan mutasi lebih cepat dibanding virus corona, dan vaksin flu harus direvisi setiap tahun.

Pusat kesehatan nasional di seluruh dunia mengumpulkan sampel virus flu yang sedang bersirkulasi, dan melacak bagaimana mutasinya.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.