Kompas.com - 01/03/2021, 19:02 WIB
Ilustrasi fenomena langit triple konjungsi, teleskop menangkap penampakan bulan, jupiter, dan saturnus. SHUTTERSTOCK/Cristian CestaroIlustrasi fenomena langit triple konjungsi, teleskop menangkap penampakan bulan, jupiter, dan saturnus.


KOMPAS.com- Fenomena langit menjadi peristiwa menarik bagi sebagian orang untuk mengamati dan menyaksikannya. Pada Maret 2021 ini beberapa fenomena akan kembali hadir menghiasi langit Indonesia, salah satunya konjungsi Bulan, Mars dan Aldebaran.

Berikut daftar 10 fenomena langit menarik di Bulan Maret 2021 berdasarkan analisis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

1. Tripel Konjungsi Merkurius-Jupiter-Saturnus: 1-17 Maret 2021

Berdasarkan keterangan LAPAN, mulai awal Maret hingga 17 hari mendatang, Merkurius akan mengalami tripel konjungsi dengan Jupiter dan Saturnus.

Peneliti dari Pusat Sains Antariksa LAPAN, Andi Pangerang dalam keterangan resminya melalui edukasi sains lapan mengatakan bahwa fenomena ini dapat dapat disaksikan dari arah timur-tenggara, ketika fajar astronomis (altitude Matahari -18 derajat).

Baca juga: Fenomena Langit Februari 2021: Obyek 2020 SO hingga Asteroid Lewat Dekat Bumi

 

Mula-mula, sudut pisat Merkurius sebear 2,78 derajat, kemudian semakin mengecil hingga ketika puncak konjungsi konjungsi Merkurius-Jupiter, sudut pisahnya sebesar 0,41 derajat.

"Beberapa hari setelahnya, Merkurius semakin menjauhi Jupiter. Sementara itu, sudut pisah Jupiter-Saturnus secara gradual semakin membesar," jelasnya.

Kecerlangan Merkurius bervariasi antara +0,17 hingga -0,05. Sementara itu, kecerlangan Jupiter sedikit bervariasi antara -1,97 hingga -2,01.

Sedangkan, kecerlangan Planet Saturnus saat fenomena langit tripel konjungsi ini terjadi adalah antara +0,71 hingga +0,74.

Baca juga: Jangan Lewatkan 5 Fenomena Langit di Indonesia Minggu Ini

 

2. Oposisi Solar Vesta: 5 Maret 2021

Vesta adalah objek terbesar kedua di sabuk asteroid, dengan diameter sebesar 530 kilometer dan diperkirakan memiliki massa 9 persen dari massa seluruh sabuk asteroid.

Dijelaskan Andi, asteroid ini ditemukan oleh astronom Jerman Heinrich Wilhelm Olbers pada tanggal 29 Maret 1807.

Vesta dapat diamati menggunakan biokuler maupun teleskop 10 cm sejak malam sebelumnya yaitu 4 Maret 2021 pukul 20.00 waktu setempat dari arah timur-timur laut.

3. Konjungsi Solar Neptunus: 11 Maret 2021

Fenomena langit konjungsi solar Neptunus merupakan konfigurasi ketika Neptunus, Matahari, dan Bumi berada pada satu garis lurus dan Neptunus terletak sejajar dengan Matahari.

Baca juga: 2 Fenomena Langit Hari Ini: Solstis dan Konjungsi Agung Jupiter-Saturnus

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X