Kompas.com - 09/02/2021, 11:05 WIB
Ilustrasi makanan kaleng shutterstockIlustrasi makanan kaleng

KOMPAS.com - Ahli gizi mengingatkan dalam respons tanggap darurat bencana, makanan ultra proses harus dihindari.

Pasalnya, sumbangan pangan harus memerhatikan kebutuhan gizi dan kebermanfaatan berkelanjutannya.

Seperti diketahui, sejak awal Januari hingga Februari 2021 ini, pengaruh cuaca ekstrem berupa hujan lebat, berdurasi lama yang disertai angin kencang hingga gelombang tinggi banyak berdampak pada bencana hidrometeorologi (banjir, tanah longsor, pohon tumbang) di sejumlah wilayah tanah air Indonesia.

Baca juga: 3 Masalah Gizi di Indonesia, dari Gizi Berlebih sampai Defisiensi Gizi Mikro

 

Selain potensi bencana hidrometeorologi, tanah air Indonesia juga dihadapkan dengan potensi gempa bumi yang bisa terjadi kapan saja.

Bahkan, di awal tahun 2021 ini sudah terjadi 2 kali gempa merusak yang menyebabkan runtuhnya bangunan-bangunan, korban luka hingga meninggal dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berkaitan dengan banyaknya tragedi bencana ini, dokter, filsuf dan ahli gizi komunitas, Dr dr Tan Shot Yen M Hum menyampaikan satu hal yang sangat penting diperhatikan, yaitu persoalan gizi para korban bencana.

Tan menegaskan, konsumsi untuk korban bencana yang harus tersedia bukanlah makanan yang sekadar bisa disediakan, tetapi harus aman untuk dikonsumsi para korban di pengungsian. 

Hal ini penting, agar makanan hasil sumbangsih para sukarelawan dan pemerintah, yang dikonsumsi di pengungsian, tidak menjerumuskan para pengungsi korban bencana pada gangguan kesehatan di masa mendatang.

Untuk diketahui, makanan yang dimakan dalam bentuk aslinya, tanpa melalui proses pengolahan secara teknologi, disebut makanan tidak diproses (unprocessed food), contohnya buah, sayur, telur, dan lainnya.

Sedangkan, makanan ultra-proses (ultra-processed food/UPF) adalah bagian dari makanan yang diproses dan telah ditambahkan perisa, gula, lemak, ataupun berbagai bahan kimia pengawet makanan dalam pembuatan makanan ultra-proses. 

Contoh jenis makanan ultra proses adalah es krim, kecap, saos, sereal berperisa, mie instan, nugget dalam kemasan, sosis, produk berbahan terigu, dan lain sebagainya.

Baca juga: Hati-hati, Makanan Ultra-proses Bisa Membuat Sel Menua Lebih Cepat

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.