Kompas.com - 06/02/2021, 17:02 WIB
Gambar virus mosaik yang menginfeksi tanaman kubis. Ilmuwan Spanyol menemukan virus tanaman ini berevolusi saat musim kemarau atau periode kekeringan, dan membantu inangnya bertahan hidup. Evolusi virus tanaman berubah dari patogenesis menjadi mutualisme yang menguntungkan inang. WIKIMEDIA COMMONS/Michal Ma?as Gambar virus mosaik yang menginfeksi tanaman kubis. Ilmuwan Spanyol menemukan virus tanaman ini berevolusi saat musim kemarau atau periode kekeringan, dan membantu inangnya bertahan hidup. Evolusi virus tanaman berubah dari patogenesis menjadi mutualisme yang menguntungkan inang.


KOMPAS.com- Tidak seperti kebanyakan virus yang setiap evolusi selalu menyebabkan kerugian bagi inangnya. Berbeda dengan virus pada tanaman kubis yang ditemukan sejumlan ilmuwan ini.

Biasanya, virus pada tanaman akan merusak seluruh keluarga tanaman kubis, seperti brokoli dan kembang kol.

Uniknya, ilmuwan Spanyol menemukan evolusi virus justru menguntungkan inangnya di saat krisis.

Dikutip dari Science Alert, Sabtu (6/2/2021), selama periode kekeringan, para peneliti telah menemukan virus mosaik lobak yang dapat beralih dari penghalang pertumbuhan tanaman, justru mengubah jam sirkadian inangnya, sehingga tanaman cenderung kehilangan lebih sedikit air.

Baca juga: Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

 

Artinya, saat musim kemarau yang sangat kering, tanaman hanya kehilangan sedikit air karena evolusi yang terjadi pada virus tersebut.

Dalam studi ini, saat spesies gulma liar yang dikenal sebagai selada thale (Arabidopsis thaliana), terinfeksi dengan varian virus tertentu, para ilmuwan justru menemukan 25 persen lebih tanaman ini dapat bertahan hidup setelah pasokan air berkurang.

Kendati demikian, semua itu bergantung pada cuaca.

"Dalam kondisi normal, virus menunjukkan penglihatan klasiknya sebagai patogen dengan membunuh tanaman yang disiram," jelas ahli virologi Santiago Elena Fito, ketua Institute for Integrative Systems Biology (I2SysBio), Spanyol.

Baca juga: Virus Nipah Dibawa Kelelawar Buah, Seperti Apa Gejalanya?

 

"Namun, tanaman yang terinfeksi yang mengalami kondisi stres akibat kekeringan tetap dapat hidup," imbuh dia.

Uji coba melihat evolusi virus tanaman

Untuk mengetahui bagaimana perubahan tersebut terjadi, para peneliti menginfeksi tanaman yang sehat dengan varian virus yang telah berevolusi di bawah kondisi seperti kekeringan atau tumbuh di bawah curah hujan yang biasa.

Tanaman yang terinfeksi kemudian disiram secara normal, subjek lain diberi perlakukan dengan sedikit air.

Varian virus yang berkembang dalam kondisi normal terus menyebabkan penyakit pada tanaman tersebut.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Terus Bermunculan, Ini 4 Mutasi Virus yang Diketahui

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.