Mutasi Virus Afrika Selatan Lebih Mengkhawatirkan, Mungkinkah Vaksin Covid Efektif?

Kompas.com - 09/01/2021, 13:30 WIB


KOMPAS.com- Vaksin Covid yang telah diluncurkan di Inggris, menurut para ilmuwan kemungkinan tak efektif melindungi dari mutasi virus corona Afrika Selatan.

Munculnya varian baru virus corona telah dilaporkan di Inggris dan Afrika Selatan. Mutasi virus baru dari SARS-CoV-2 itu telah menyebar cepat ke sejumlah negara di dunia.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (9/1/2021), virus corona baru ini lebih dapat menular dengan cepat, hanya dalam waktu beberapa minggu, mutasi tersebut telah mendorong lonjakan kasus Covid-19, terutama di Inggris.

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan pada Senin lalu, bahwa saat ini pihaknya sangat khawatir terhadap varian baru corona yang teridentifikasi di Afrika Selatan.

Baca juga: Kabar Baik, Vaksin Covid Pfizer Efektif Lawan Mutasi Virus Corona Baru

 

Mutasi ganda virus Afrika Selatan

Profesor mikrobiologi seluler di University of Reading, Simon Clarke mengatakan bahwa meskipun kedua varian virus baru ini memiliki beberapa fitur baru yang sama, namun mutasi virus yang ditemukan di Afrika Selatan memiliki sejumlah mutasi tambahan yang mengkhawatirkan.

Clarke mengatakan perubahan itu termasuk yang lebih ekstensif pada bagian penting dari virus corona yang dikenal sebagai protein spike.

Protein spike adalah bagian pada virus corona yang digunakan virus untuk menginfeksi sel inang atau sel manusia.

Baca juga: Ilmuwan Ingatkan Mutasi Virus Perburuk Gelombang Covid-19, Kenapa?

 

Diduga perubahan mutasi pada protein spike inilah yang kemungkinan membuat virus menjadi kurang mempan terhadap respons kekebalan yang dipicu oleh vaksin.

Lawrence Young, ahli virologi dan profesor onkologi molekuler di Warwick University juga mencatat bahwa varian virus Afrika Selatan memiliki mutasi ganda protein spike.

"Akumulasi lebih banyak mutasi spike pada varian (virus SARS-CoV-2) Afrika Selatan lebih memprihatinkan dan dapat menyebabkan virus lolos dari perlindungan kekebalan," ungkap Young.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Afrika Selatan Dikhawatirkan Ancam Vaksin

Halaman:
Sumber Reuters
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.