PPNI: 80 Persen Perawat Indonesia Siap Menerima Vaksin Covid-19 Gelombang Pertama

Kompas.com - 08/01/2021, 19:30 WIB

KOMPAS.com - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyatakan 80 persen perawat di seluruh Indonesia siap divaksin perdana untuk vaksin Covid-19.

Seperti diketahui sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 di Indonesia akan dilakukan secara bertahap, dan petugas medis serta tenaga kesehatan adalah kelompok tahap pertama yang akan diberikan vaksinasi.

Ketua Umum PPNI, Harif Fadhillah SKp SH mengatakan bahwa tenaga kesehatan, termasuk di antaranya perawat merupakan kelompok dengan risiko tinggi terinfeksi virus Covid-19, karena bertugas di lingkungan yang kondisinya lebih rentan dibandingkan kelompok masyarakat lain.

Baca juga: Total 146 Perawat Wafat Akibat Covid-19, Penularan Banyak Terjadi di Puskesmas

"Karena itulah, perlindungan kepada tenaga kesehatan harus ditingkatkan, salah satunya dengan vaksinasi," kata Harif dalam keterangan tertulisnya melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (8/1/2021).

Hasil survei internal PPNI

Berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan secara acak oleh PPNI sejak bulan Desember 2020 dan disebarkan secara online ke anggota PPNI di seluruh Indonesia, 82.04 persen dari total 1.700 responden perawat menyatakan bersedia menerima vaksin sebagai kelompok pertama yang diprioritaskan oleh pemerintah.

Selanjutnya, ada sekitar 65.99 persen responden bersedia menjadi relawan pemberi vaksin atau vaksinator.

"Berdasarkan dialog-dialog yang kami lakukan dengan anggota PPNI di 34 provinsi di Indonesia, kami juga tidak menemukan adanya penolakan terhadap program vaksinasi bertahap ini," jelas Harif.

Harif berkata, meskipun memang ada saja keraguan dari para perawat terkait vaksinasi Covid-19 ini, hal itu sebagian besar disebabkan oleh disinformasi terkait vaksin dan ketakutan mereka secara pribadi terhadap jarum suntik.

"Meski kami sebagai perawat sudah terbiasa menyuntik orang, ada juga yang dirinya sendiri takut disuntik," ujarnya.

Sementara itu, disinformasi mengenai vaksin Covid-19 akan bisa diatasi dengan pemberian pemahaman lebih lanjut untuk meningkatkan keyakinan mereka terhadap vaksin Covid-19, karena para tenaga kesehatan juga sebenarnya sudah mendapatkan pengetahuan mengenai vaksin sejak di semester awal pendidikannya. 

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Kemenkes Akan Tambah Bed dan Perawat

Halaman:
 
Pilihan Untukmu
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.