Indonesia Hasilkan 64 Juta Ton Sampah, Bisakah Kapasitas Pengelolaan Tercapai Tahun 2025?

Kompas.com - 18/12/2020, 07:02 WIB


KOMPAS.com- Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi masalah pelik bagi Indonesia.

Sebab, sebagian besar sampah yang dihasilkan rumah tangga masih bermuara di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sementara, kapasitas TPA sampah, khususnya di kota besar sudah semakin penuh.

Bahkan, tidak mudah untuk mencari lahan untuk membuka lagi TPA baru untuk menampung sampah-sampah yang dikumpulkan dari masyarakat.

Dalam webinar Waste4Change Appreciation Day yang digelar Kamis (17/12/2020) sejumlah ahli menyoroti pentingnya kolaborasi dan komunikasi dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan di Indonesia.

Baca juga: Sampah Plastik Ancam Keberadaan Hutan Mangrove Jawa

 

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Februari 2019, merilis bahwa saat ini Indonesia menghasilkan sedikitnya 64 juta ton timbunan sampah setiap tahunnya.

Berdasarkan data tersebut, sekitar 60 persen sampah diangkut dan ditimbun ke TPA, 10 persen sampah didaur ulang, sedangkan 30 persen lainnya tidak dikelola dan mencemari lingkungan.

"Di tahun 2025, bisakah kita mewujudkan apa yang telah ditetapkan presiden di tahun itu, pengelolaan sampah kita bisa dikelola 100 persen. Itu masih dalam kondisi pertimbangan minimal, dengan 30 persen pengurangan dan 70 persen penanganan (sampah)," jelas Direktur Pengelolaan Sampah KLKH Novrizal Tahar, ST, MSi.

Sebuah kendaraan angkutan sampah memasuki lokasi TPA Pasirsembung, Cianjur, Jawa Barat. Pemilihan dan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dinilai bisa memudahkan pengelolaan sampah di tingkat akhirKOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Sebuah kendaraan angkutan sampah memasuki lokasi TPA Pasirsembung, Cianjur, Jawa Barat. Pemilihan dan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dinilai bisa memudahkan pengelolaan sampah di tingkat akhir

Untuk mencapai target kapasitas pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2025, Novrizal mengatakan ada beberapa hal yang harus diupayakan, di antaranya sebagai berikut.

  1. Pengurangan sampah plastik ke laut hingga 70 persen.
  2. Menurunkan indeks ketidak pedulian terhadap persoalan sampah.
  3. Meningkatkan kesadaran masyarakat memilah sampah sampai 50 persen. Saat ini angkanya masih 11 persen.
  4. Recycling rate perlu ditingkatkan menjadi 50 persen.
  5. Pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) juga harus ditingkat.

Saat ini, beragam upaya juga mulai dilakukan untuk meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat dalam mengelola sampah.

Baca juga: Tahun 2040, 1,3 Miliar Ton Sampah Plastik Akan Tenggelamkan Bumi

 

"Ada upaya-upaya untuk mendorong eco living dan gaya hidup minim sampah, yang sudah mulai banyak dilakukan oleh kalangan milenial," ungkap Novrizal.

Selain itu, pihaknya juga telah melihat peningkatan respons dari para produsen untuk mengurangi sampah, baik produk maupun dari kemasan.

Direktur Sanitasi, Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Prasetyo, M.Eng menambahkan pengelolaan sampah dari sisi sarana dan prasarana telah menjadi fokus penting bagi kementerian ini.

"Kami bekerjasama dengan Waste4Change untuk melakukan pendampingan pengelolaan TPS yang menggunakan sistem reduce, reuse, recycle atau yang dikenal sengan TPS3R," kata Prasetyo.

 

 

Dengan sistem pengelolaan sampah tersebut, Prasetyo mengatakan bahwa masyarakat telah melakukan pengelolaan sampah rumah tangga secara menyeluruh, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang yang berakhir di TPA.

Menurut data Survei Kesadaran Manajemen Sampah Waste4Change 2019, saat ini baru 49 persen rumah tangga yang memilah sampah dan masih ada 50 persen rumah tangga yang tidak memilah sampah.

Bahkan, di antara 92,8 persen warga dari survei Waste4Change terhadap 429 responden di DKI Jakarta dan sekitarnya, menyatakan mereka mengharap adanya sistem manajemen sampah yang lebih baik di Indonesia.

Baca juga: Sampah Sungai Ciliwung akan Dijadikan Sumber Listrik, Bagaimana Bisa?

 

Waste4Change, penyedia layanan pengelolaan sampah ini telah berhasil mengelola lebih dari 5.405 ton sampah di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Mohamad Bijaksana Junerosano, Managing Director Waste4Change berharap pencapaian ini dapat membantu Indonesia dalam mendorong terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA dan lingkungan.

"Kami percaya dukungan kolaborasi dari swasta, pemerintah dan masyarakat sebagai kunci utama dalam mewujudkan ekonomi sirkuler dan zero-waste di Indonesia," imbuh dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Oh Begitu
Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

Oh Begitu
Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Fenomena
Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Oh Begitu
Status Konservasi Monyet Ekor Panjang Terancam Berbahaya Risiko Kepunahan

Status Konservasi Monyet Ekor Panjang Terancam Berbahaya Risiko Kepunahan

Oh Begitu
Ikan Channa Maru, Ikan Gabus Predator Primitif Bercorak Indah

Ikan Channa Maru, Ikan Gabus Predator Primitif Bercorak Indah

Fenomena
Berencana Bikin Bangunan di Luar Angkasa, Ahli Kembangkan Semen Khusus

Berencana Bikin Bangunan di Luar Angkasa, Ahli Kembangkan Semen Khusus

Oh Begitu
Pertama Kalinya, Infeksi Cacar Monyet Ditemukan pada Anjing di Perancis

Pertama Kalinya, Infeksi Cacar Monyet Ditemukan pada Anjing di Perancis

Fenomena
Bunga Bangkai Tumbuh di Bekasi, Ahli Sebut Jenis Suweg

Bunga Bangkai Tumbuh di Bekasi, Ahli Sebut Jenis Suweg

Oh Begitu
Tampilan Fisik Burung Ruff Jantan Mirip Betina, Bagaimana Cara Mereka Kawin?

Tampilan Fisik Burung Ruff Jantan Mirip Betina, Bagaimana Cara Mereka Kawin?

Oh Begitu
BKKBN: Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Jadi Ancaman SDM di Indonesia

BKKBN: Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Jadi Ancaman SDM di Indonesia

Kita
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

Fenomena
Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Fenomena
Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.