Bocah 8 Tahun Lakukan Pencurian Diduga Kleptomania, Ini Penjelasan Psikiater

Kompas.com - 23/11/2020, 18:04 WIB
B (8) anak kleptomania saat didampingi petugae Dinsos Nunukan untuk dikirim ke Bambu Apus Jakarta pada Desember 2019 (Dinsos) Kompas.com/Ahmad DzulviqorB (8) anak kleptomania saat didampingi petugae Dinsos Nunukan untuk dikirim ke Bambu Apus Jakarta pada Desember 2019 (Dinsos)


KOMPAS.com- Seorang anak berusia 8 tahun di Nunukan tercatat melakukan aksi pencurian hingga 23 kali, dengan hasil curian jutaan rupiah. Anak berinisial B yang dianggap memiliki kenakalan di luar nalar itu diduga mengidap kleptomania.

Mengenai persoalan anak dengan dugaan kleptomania ini, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Alvina SpKJ angkat bicara.

Menurut Alvina, untuk dapat menyebutkan seseorang memiliki kecenderungan kleptomania atau tidak, tidak bisa hanya menilai mereka sering mencuri dan tidak.

Untuk mengetahui seseorang mengalami kleptomania atau tidak tentunya diperlukan evaluasi yang lengkap.

Baca juga: Ini Penyebab Kleptomania pada Anak di Drama The World of The Married

 

" Kleptomania jarang didapatkan di masyarakat, didiagnosis (terjadi) pada 0,3 - 9,6 persen populasi saja," kata Alvina kepada Kompas.com, Senin (23/11/2020).

Menurut Diagnostic and Statictical manual of Mental DIsorders V (DSM-V) kleptomania adalah gangguan pengendalian impuls yang ditandai dengan tidak bisa mengendalikan impuls untuk mencuri.

Alvina menjelaskan, biasanya benda yang dicuri oleh orang dengan kleptomania ini adalah benda yang tidak diperlukan dan tidak memiliki nilai uang yang bermakna.

Baca juga: Anak Dalam Drama The World of The Married Kleptomania, Apa Itu?

 

"Saat hendak mencuri akan timbul ketegangan yang meningkat dan muncul kepuasaan atau kelegaan setelah mencuri," jelasnya.

Namun, pada kasus anak berinisial B tersebut, ia bahkan dalam catatan Polsek Nunukan kota atas 23 kasus pencurian itu hasil curian adalah benda-benda berharga, seperti salah satunya adalah uang di dalam celengan senilai 3 juta rupiah.

Melihat cerita yang terjadi pada anak tersebut, Alvina mengatakan, untuk  mengetahui seseorang mengalami kleptomania atau tidak tentunya diperlukan evaluasi yang lengkap.

"Nah, makanya perlu pemeriksaan (diagnosis kleptomania) yang lengkap," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] WHO Bisa Cabut Pandemi Lebih Cepat | Beda Maag dan Gerd

[POPULER SAINS] WHO Bisa Cabut Pandemi Lebih Cepat | Beda Maag dan Gerd

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Alasan Paus dan Lumba-Lumba Kebal Kanker

Peneliti Ungkap Alasan Paus dan Lumba-Lumba Kebal Kanker

Oh Begitu
Ketombe atau Kulit Kering, Ini Cara Membedakannya

Ketombe atau Kulit Kering, Ini Cara Membedakannya

Oh Begitu
Jenis Kelamin Anak Ditentukan Gen Ayah, Ini Penjelasan Ahli

Jenis Kelamin Anak Ditentukan Gen Ayah, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Apa Bedanya Penyakit Gerd dan Maag, dari Gejala hingga Faktor Pemicunya

Apa Bedanya Penyakit Gerd dan Maag, dari Gejala hingga Faktor Pemicunya

Oh Begitu
Kotoran Telinga Tersumbat, Kenali Gejala, Penyebab hingga Penanganannya

Kotoran Telinga Tersumbat, Kenali Gejala, Penyebab hingga Penanganannya

Kita
Situs Prasejarah Maros Pangkep, Ada Gambar Cadas Theriantropik Tertua di Dunia

Situs Prasejarah Maros Pangkep, Ada Gambar Cadas Theriantropik Tertua di Dunia

Fenomena
Mutasi Genetik Ini Penyebab Ada Orang yang Tahan Suhu Dingin

Mutasi Genetik Ini Penyebab Ada Orang yang Tahan Suhu Dingin

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Cedera Olahraga Saat Pandemi Covid-19

Penyebab dan Cara Mengatasi Cedera Olahraga Saat Pandemi Covid-19

Kita
Fakta Gempa Bumi Halmahera Selatan, Dipicu Aktivitas Sesar dan Merusak

Fakta Gempa Bumi Halmahera Selatan, Dipicu Aktivitas Sesar dan Merusak

Fenomena
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
Dikira Punah, Lebah Langka Australia Ditemukan Lagi Setelah 100 Tahun

Dikira Punah, Lebah Langka Australia Ditemukan Lagi Setelah 100 Tahun

Oh Begitu
Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Pengamat Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Pengamat Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Oh Begitu
WHO Bisa Saja Cabut Status Pandemi Lebih Cepat di Negara Ini, Asalkan

WHO Bisa Saja Cabut Status Pandemi Lebih Cepat di Negara Ini, Asalkan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: Dipicu Aktivitas Sesar, Lindu M 5,2 Guncang Halmahera Selatan

Gempa Hari Ini: Dipicu Aktivitas Sesar, Lindu M 5,2 Guncang Halmahera Selatan

Fenomena
komentar
Close Ads X