Literasi Gizi Rendah, Alasan Utama Kental Manis Masih Dikira Susu

Kompas.com - 24/10/2020, 19:06 WIB
Ilustrasi susu kental manis dalam kaleng. SHUTTERSTOCK/NZOZOIlustrasi susu kental manis dalam kaleng.

KOMPAS.com - Para ahli mengingatkan bahwa kental manis bukanlah produk susu, melainkan bahan minuman manis gula yang beraroma susu.

Hal ini karena dalam satu kemasan produk kental manis, 50 persen bahan yang terkandung di dalamnya adalah gula, dan bahan susunya hanya sedikit sekali.

Namun sayangnya, masyarakat sudah terlanjur memiliki persepsi bahwa kental manis adalah susu dan sumber energi yang baik untuk anak-anak. Bahkan, persepsi ini telah tertanam selama puluhan tahun.

Akibatnya, masih banyak orangtua yang memberikan kental manis sebagai konsumsi anak karena belum mengetahui aturan Badan POM bahwa kental manis bukanlah sumber energi susu dan hanya pelengkap rasa.

Baca juga: Riset: 1 dari 3 Ibu-ibu Masih Salah Persepsi tentang Kental Manis

Dalam diskusi daring bertajuk Diskusi Terbatas 2 Tahun Per BPOM No 31 Tahun 2018: Pemerintah Setengah Hati Mengurusi Susu Kental Manis, Kamis (15/10/2020); ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal E Halim mengakui bahwa kental manis, walaupun ada kandungan susu, tapi tidak dominan dan relatif kecil.

"Kita pernah berdiskusi dan kita sepakat kata susu akan dihilangkan. Waktu itu permintaan kami adalah pre-edukasi masyarakat," kata Rizal 

Menurut dia, edukasi ini harus dilakukan karena ini repetisi puluhan tahun menggunakan iklan.

Literasi gizi yang rendah

Peneliti dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Natalya Kurniawati, sependapat dengan Rizal.

Dia menyampaikan, persoalan kental manis ini dikarenakan mindset bahwa produk ini adalah susu telah mengakar selama bertahun-tahun. Terlebih lagi, literasi gizi masyarakat menengah ke bawah masih tergolong rendah.

Baca juga: 2 Tahun Berjalan, Kopmas Minta BPOM Revisi Ketentuan Label di Kental Manis

"Riset tentang literasi pangan, di tahun 2018, (menunjukkan) masyarakat sebenarnya masih tahunya empat sehat lima sempurna, belum ke pedoman gizi seimbang," kata Natalya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X