Kental Manis Tinggi Kandungan Gula, Perhatikan Konsumsinya pada Anak

Kompas.com - 30/06/2020, 19:30 WIB
Susu kental manis KarpenkovDenisSusu kental manis

KOMPAS.com - Kental manis, yang dulu dikenal sebagai Susu Kental Manis (SKM) harus menjadi pertimbangan serius bagi orangtua yang ingin memberikannya kepada anak.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Harian Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia (YAICI), Arif Hidayat SE MM.

Menurutnya, kental manis memiliki dampak pada balita atau anak-anak. Sebagai antisipasi cermat, Anda bisa memperhatikan label atau kemasan di bagian luar SKM dengan lebih teliti.

Kalau kita membaca secara jeli, kandungan gula yang ada di label tersebut cukup tinggi yaitu mencapai 50 persen.

"Itu tidak baik dan tidak dianjurkan sebenarnya untuk balita ataupun anak-anak," kata Arif dalam diskusi daring bertajuk 'Lindungi Anak Indonesia dari Stunting di Masa Pandemi', Senin (22/6/2020).

Baca juga: Riset: 1 dari 3 Ibu-ibu Masih Salah Persepsi tentang Kental Manis

Berdasarkan saran dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kental manis baru boleh diberikan kepada anak yang sudah memasuki usia belasan tahun. Hal itu karena kandungan gula dalam kental manis jauh lebih banyak dibanding susu, yang hanya berkisar 1 persen.

Berikut batas konsumsi gula harian pada anak-anak berdasarkan umur.

- Anak usia 3 tahun boleh mengonsumsi gula sekitar 2-5 sendok teh

- Anak usia 4-6 tahun boleh mengonsumsi gula sekitar 2,5 - 6 sendok teh

- Anak usia 7-12 tahun boleh mengonsumsi gula sekitar 4-8 sendok teh

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X