Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/10/2020, 13:02 WIB


KOMPAS.com- Sejak mewabah dan menjadi pandemi global, virus corona telah memberi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dunia.

Virus yang kemudian disebut sebagai SARS-CoV-2 ini telah menyebabkan lahirnya penyakit baru yang kini dikenal sebagai Covid-19.

Sejak diketahui kali pertama di China pada akhir tahun 2019, penyakit baru dan virus baru tersebut telah menginfeksi lebih dari 42 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang meninggal dunia.

Para ahli dan ilmuwan dunia masih terus mempelajari virus corona baru tersebut. Beragam misteri dan keanehan dari virus SARS-CoV-2 masih menjadi studi menarik, bahkan hingga upaya pengembangan vaksin yang terus dikebut untuk mengatasi pandemi ini.

Lantas, apa yang membuat virus corona unik dan mengapa virus SARS-CoV-2 sangat mematikan?

Baca juga: Mutasi Diam SARS-CoV-2, Mungkin Penyebab Virus Corona Sulit Dihentikan

 

1. SARS-CoV-2 penipu ulung

Pada tahap awal infeksi, virus ini dapat menipu tubuh. Sistem pertahanan tubuh bahkan dapat dibajak dan sulit mengenali infeksi yang menyerangnya.

Saat virus corona memasuki organ paru dan saluran pernapasan, sistem kekebalan menganggapnya semua baik-baik saja.

"Virus ini brillian, memungkinkan terbentuknya sebuah pabrik virus di hidung Anda, tapi Anda merasa benar-benar sehat," kata Prof Paul Lehner dari University of Cambridge, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (24/10/2020).

Selanjutnya, saat infeksi terjadi sel-sel tubuh kita melepaskan bahan kimia yang disebut interferon.

Baca juga: Mungkinkah Virus Corona Covid-19 Menular Lewat Makanan Beku?

 

Begitu sel ini dibajak oleh virus, semestinya reaksi kimiawi mereka menjadi sinyal peringatan ke seluruh tubuh dan sistem kekebalan. Namun, kemampuan luar biasa virus corona ini mematikan peringatan kimiawi tersebut.

"Ia (virus corona) melakukannya dengan sangat baik, sehingga Anda bahkan tidak tahu bahwa Anda sakit," kata Prof Lehner.

Saat melihat sel yang terinfeksi di laboratorium, Prof Lehner mengatakan Anda tidak mengira bahwa sel itu telah terinfeksi. Tapi anehnya, hasil tes menunjukkan bahwa sel itu "sangat terinfeksi" dan ini hanyalah salah satu "kartu joker" yang dimainkan SARS-CoV-2.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+