Bukti Baru, Suku Inca Korbankan Ilama untuk Persembahan Para Dewa

Kompas.com - 24/10/2020, 12:02 WIB
Mumi ilama yang dikorbankan oleh suku Inca, Peru. Hewan persembahan ini didandani dengan mewah sebelum dikuburkan. LIVE SCIENCE/L.M. ValdezMumi ilama yang dikorbankan oleh suku Inca, Peru. Hewan persembahan ini didandani dengan mewah sebelum dikuburkan.


KOMPAS.com- Arkeolog di Peru berhasil menemukan bukti adanya persembahan berupa ilama untuk dewa Inca yang dilakukan 500 tahun yang lalu.

Lima mumi ilama yang ditemukan arkeolog itu nampak utuh dan dihiasi dengan benang warna-warni dan diberi cat warna merah. Kemungkinan suku Inca mengubur hidup-hidup hewan persembahan itu.

Seperti dikutip dari Live Science, Jumat (23/10/2020) arkeolog menyebut jika temuan ini sangat langka. Studi telah dipublikasikan secara daring, Kamis (22/10/2020) di jurnal Antiquity.

Pasalnya, meski para arkeolog telah menggali sisa-sisa kerajaan Inca di sepanjang Pantai Pasifik Amerika Selatan selama lebih dari satu abad, namun tak satupun dari mereka menemukan mumi ilama.

Baca juga: Peneliti Texas Klaim Antibodi Ilama Bisa Lawan Virus Covid-19, Ini Penjelasannya

 

Hingga kemudian peneliti dari University of Calgary, Kanada akhirnya menemukan mumi ilama tersebut di Tambo Viejo, sebuah situs arkelogi di pantai Pasifik Peru pada 2018 lalu.

Arkeolog menemukan mumi tersebut terkubur di bawah lantai tanah liat di dua bangunan yang terdapat di situs itu.

Empat ilama berwarna coklat dan putih, dikubur dalam satu bangunan. Sementara satu sisanya ditemukan dikubur di bangunan yang berbeda.

"Ilama dikubur menghadap timur, kemungkinan karena matahari adalah dewa Inca yang utama," ungkap Lidio Valdez, peneliti dari University of Calgary.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terancam Punah, Populasi Platipus Diprediksi Menghilang di Australia

Terancam Punah, Populasi Platipus Diprediksi Menghilang di Australia

Fenomena
Efektif 90 Persen, Ketahui 7 Fakta Vaksin AstraZeneca-Oxford

Efektif 90 Persen, Ketahui 7 Fakta Vaksin AstraZeneca-Oxford

Oh Begitu
Temuan Baru, Aligator Kerabat Buaya Ternyata Bisa Meregenerasi Ekornya

Temuan Baru, Aligator Kerabat Buaya Ternyata Bisa Meregenerasi Ekornya

Fenomena
Kepulauan Seribu hingga Papua Barat, Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter

Kepulauan Seribu hingga Papua Barat, Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter

Fenomena
Tren Diet Semakin Gencar Dilakukan Remaja demi Citra Tubuh Ideal

Tren Diet Semakin Gencar Dilakukan Remaja demi Citra Tubuh Ideal

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Bagaimana Burung Hantu Memutar Kepala 270 Derajat?

Serba-serbi Hewan: Bagaimana Burung Hantu Memutar Kepala 270 Derajat?

Oh Begitu
8 Mitos Menstruasi, Benarkah Darah Menstruasi Bisa Obati Jerawat?

8 Mitos Menstruasi, Benarkah Darah Menstruasi Bisa Obati Jerawat?

Oh Begitu
Penemuan yang Mengubah Dunia: mRNA Pernah Diabaikan hingga Jadi Teknologi Vaksin Terdepan

Penemuan yang Mengubah Dunia: mRNA Pernah Diabaikan hingga Jadi Teknologi Vaksin Terdepan

Oh Begitu
Probiotik Dapat Membantu Turunkan Berat Badan dan Kurangi Lemak Perut

Probiotik Dapat Membantu Turunkan Berat Badan dan Kurangi Lemak Perut

Kita
Dinosaurus Juga Alami Infeksi Tulang Akut, Peneliti Temukan Buktinya

Dinosaurus Juga Alami Infeksi Tulang Akut, Peneliti Temukan Buktinya

Oh Begitu
Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Oh Begitu
Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Fenomena
Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Oh Begitu
Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Fenomena
BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

Oh Begitu
komentar
Close Ads X