Pro-Kontra Kemasan Sekali Pakai, Dokter: Masa Pandemi Covid-19 Ini Kita Masih Butuh

Kompas.com - 01/10/2020, 18:31 WIB
Ilustrasi kemasan sekali pakai (single-use) masih diperlukan selama pandemi Covid-19. Ahli menilai ini adalah upaya untuk menghindari kontaminasi silang dari potensi penularan virus corona. SHUTTERSTOCK/Ariya JIlustrasi kemasan sekali pakai (single-use) masih diperlukan selama pandemi Covid-19. Ahli menilai ini adalah upaya untuk menghindari kontaminasi silang dari potensi penularan virus corona.


KOMPAS.com- Akibat dari pandemi Covid-19, selain meningkatkan jumlah kasus infeksi, ternyata juga meningkatkan permintaan kemasan sekali pakai (single-use).

Hal ini berkaitan dengan regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), larangan makan di tempat, sehingga makanan pesan-antar menjadi pilihan, pemesanan barang melalui daring dan dikemas menggunakan plastik sekali pakai juga meningkat.

Di sisi lain, banyak pihak juga menginginkan adanya pelarangan terhadap produksi dan penggunaan kemasan atau plastik sekali pakai, yang dianggap sebagai sumber dari kerusakan lingkungan.

Menyikapi persoalan penggunaan produk sekali pakai ini dari aspek kesehatan dan medis, praktisi medis Dr Kardiana Dewi SpKK menyampaikan bahwa persoalan ini berkaitan dengan karakter cross contamination Covid-19.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

 

"Virus ini memiliki karakter penyebaran cross contamination atau kontaminasi silang," kata Kardiana dalam diskusi daring bertajuk Apakah Single-use Plastic Ban Merupakan Solusi dari Masalah Lingkungan di Indonesia?, Selasa (29/9/2020).

Untuk diketahui, cross contamination atau kontaminasi silang ini juga dimaksudkan terjadinya pencemaran makanan, bisa melalui kontaminasi di peralatan maupun area pengolahan makanan tersebut.

Hal ini, kata dia, bisa berarti proses berpindahnya virus secara tidak sengaja dari suatu benda atau seseorang ke benda lainnya, yang kemudian berpindah lagi ke seseorang ketika terjadi kontak fisik.

"Sehingga, menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19 dengan karakter kontaminasi silang tersebut, memang mengharuskan kita untuk ekstra higienis dan berhati-hati, terutama bagi mereka yang berkegiatan di luar rumah," ujarnya.

Baca juga: Bisakah Tertular Virus Corona dari Kemasan Makanan? Ahli Jelaskan

 

Oleh karena itu, Kardiana mengingatkan, saat masuk ke rumah, kalau bisa barang yang dibawa dari luar tidak masuk ke dalam, dalam hal ini seperti tas belanja.

Sebab, seperti diketahui bahwa virus corona, SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 ini dapat bertahan hidup di permukaan benda, bisa dalam waktu hitungan jam bahkan hari.

Sehingga, kita harus lebih rajin membersihkan permukaan berbagai barang sehari-hari yang sering disentuh, rentan terkontaminasi atau berpotensi menjadi sumber penularan dengan menggunakan disinfektan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hanya Berjarak 16 Menit, 2 Gempa M 5,8 dan M 5,7 Guncang Mentawai

Hanya Berjarak 16 Menit, 2 Gempa M 5,8 dan M 5,7 Guncang Mentawai

Fenomena
Es Alaska Mencair, Ilmuwan Peringatkan Potensi Mega Tsunami

Es Alaska Mencair, Ilmuwan Peringatkan Potensi Mega Tsunami

Fenomena
Cara Ampuh Menghentikan Keinginan Makan Manis dan Asin

Cara Ampuh Menghentikan Keinginan Makan Manis dan Asin

Oh Begitu
3 Vaksin Corona China Disebut Lolos Uji Klinis Fase Tiga, Begini Kata Ahli

3 Vaksin Corona China Disebut Lolos Uji Klinis Fase Tiga, Begini Kata Ahli

Oh Begitu
Yurianto: Sekalipun Ada Vaksin, Protokol Kesehatan Tetap Harus Jalan

Yurianto: Sekalipun Ada Vaksin, Protokol Kesehatan Tetap Harus Jalan

Oh Begitu
Virus Corona Bertahan di Kulit Lebih dari 9 Jam, Ini Pentingnya Cuci Tangan

Virus Corona Bertahan di Kulit Lebih dari 9 Jam, Ini Pentingnya Cuci Tangan

Fenomena
Waspada Gelombang Tinggi sampai Besok, dari Pulau Sabang hingga Laut Arafuru

Waspada Gelombang Tinggi sampai Besok, dari Pulau Sabang hingga Laut Arafuru

Fenomena
Cara Pakai dan Cuci Masker Sesuai Pedoman Satgas Penanganan Covid-19

Cara Pakai dan Cuci Masker Sesuai Pedoman Satgas Penanganan Covid-19

Oh Begitu
6 Fakta Norovirus, Ada di Indonesia hingga Menular Melalui Makanan

6 Fakta Norovirus, Ada di Indonesia hingga Menular Melalui Makanan

Oh Begitu
Belum Ada Vaksin Covid-19 yang Ampuh, Kenapa Vaksinasi Dimulai November?

Belum Ada Vaksin Covid-19 yang Ampuh, Kenapa Vaksinasi Dimulai November?

Kita
Jangan Takut Kotor, Main di Alam Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak

Jangan Takut Kotor, Main di Alam Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak

Oh Begitu
Faktanya, Segel Plastik di Kemasan Botol Minuman Bisa Mencemari Lingkungan

Faktanya, Segel Plastik di Kemasan Botol Minuman Bisa Mencemari Lingkungan

BrandzView
Polusi Udara Terbukti Sebabkan Gangguan Otak pada Anak dan Dewasa Muda

Polusi Udara Terbukti Sebabkan Gangguan Otak pada Anak dan Dewasa Muda

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Penguin Beri Tongkat dan Batu sebagai Tanda Cinta

Kamasutra Satwa: Penguin Beri Tongkat dan Batu sebagai Tanda Cinta

Oh Begitu
Mutasi 'Diam' SARS-CoV-2, Mungkin Penyebab Virus Corona Sulit Dihentikan

Mutasi "Diam" SARS-CoV-2, Mungkin Penyebab Virus Corona Sulit Dihentikan

Fenomena
komentar
Close Ads X