Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ahli Ingatkan Pasien Perlu Tahu Subtipe Kanker Sebelum Lakukan Terapi

Kompas.com - 01/09/2020, 18:02 WIB
Ellyvon Pranita,
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Tim Redaksi

KOMPAS.com- Penentuan subtipe kanker menjadi salah satu faktor penting penentuan terapi yang tepat dan diharapkan efektif pada pasien penyakit kanker payudara.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Hemtologi Onkologi Medik RS Kanker Dharmais, Dr Ronald Alexander Hukom SpPD KHOM MHSC FINASIM.

"Pada saat penentuang pengobatan, sangatlah penting untuk memastikan subtipe dari kanker payudara ini," kata Ronald dalam diskusi daring bertajuk Memahami Lebih Dalam Subtipe Kanker Payudara Metastasi Tertinggi di Dunia: HR-positif, HER2-negatif, Senin (31/9/2020).

Ronald menjelaskan, sangatlah penting mengetahui subtipe kanker dalam penentuan terapi untuk menentukan pilihan obat yang dilakukan dokter.

Baca juga: 2 Cara Mencegah Kanker Payudara Si Penyebab Kematian Kedua di Dunia

 

Hal itu disebabkan, setiap subtipe kanker payudara memiliki pendekatan yang berbeda, terutama lagi pada kanker yang metastatis atau sudah mencapai stadium lanjut 3-4, dan sel kanker sudah menjalar ke organ-organ tubuh lainnya.

Cara mengetahui subtipe kanker

Adapun, cara untuk mengetahui subtipe kanker payudara metastatis dalam dilakukan dengan menganalisis dan mengevaluasi semua hasil biopsi.

Misalnya core-biopsy atau hasip operasi pengangkatan tumor dengan laporan patologi kanker payudara, perlu diperiksa dengan beberapa tes tambahan untuk mengetahui suptipenya, termasuk dengan tes HR (ER/PR) positif atau HER2 negatif.

"Dengan memahami subtipe kanker payudara, diharapkan dapat meningkatkan tingkat kesembuhan dan kualitas hidup penderita kanker payudara metastatis," ujar Ronald.

Baca juga: Kanker Usus Besar Chadwick Boseman, Studi Sebut Rentan pada Usia Muda

 

Hal yang perlu pasien kanker ketahui sebelum memutuskan terapi, Ronald menyampaikan bahwa pasien perlu sekali mengetahui dengan baik apa jenis penyakit yang Anda derita.

Sebelum memulai pengobatan pada kanker payudara metastatik, pasien harus yakin sudah mendapatkan informasi yang cukup.

"Pasien harus mendapatkan pengetahuan dan penjelasan yang cukup terhadap situasi dan terapi itu kenapa diberikan," kata dia.

Tidak bisa dipungkiri, tidak semua pasien kanker bisa langsung menerima kondisi penyakitnya dan langsung melakukan saran terapi dari dokter yang menangani, maka, hal itu tidak jadi permasalahan asalkan jangan terlambat.

Ilustrasi sel kanker Shutterstock Ilustrasi sel kanker

Bila Anda merrasa tidak cukup informasi dan masih merasa tidak yakin atau ragu. Pasien kanker juga diperbolehkan untuk meminta opini kedua pada dokter ahli lainnya.

"Pasien kanker juga boleh dan perlu juga minta second opinion (opini kedua) dari dokter lain supaya mengetahui jelas kondisi penyakitnya," jelasnya.

Mungkin, Anda sebagai pasien akan menemukan beberapa perbedaan pandangan dokter ahli, karena bisa jadi latar spesialisasi dokter tersebut juga berbeda-beda.

Namun, jika Anda sudah mendapatkan pandangan dari beberapa dokter lainnya dan hasilnya menyarankan terapi yang sama. Maka, bisa jadi terapi itulah yang harusnya Anda jalankan.

Baca juga: Deteksi Kanker Payudara sejak Usia 40 Tahun Bantu Selamatkan Nyawa

 

Akan tetapi, terapi tetaplah harus dilakukan oleh dokter yang tepat, khususnya adalah Onkologi Medik yang berpengalaman.

Serta, keputusan tindakan terapi memanglah diperlukan pertimbangan berdasarkan kajian dokter multidisplin.

Mengingat, pasien kanker metastatik apapun jenis kankernya, umumnya sudah terjadi penyebaran sel kanker ke organ-organ lainnya di sekitar sumber kanker utama.

Oleh sebab itu, pandangan dan analisa dari dokter multidisiplin juga akan membantu memutuskan tindakan terapi seperti apa yang sebaiknya Anda jalani.

"Saat ini tidak semua psiean kanker harus melakukan fasektomi. Ada yang hanya operasi pengangkatan sel kanker saja sudah cukup," ujarnya.

Baca juga: Masih Pandemi Corona, Pasien Kanker Payudara Bisa Akses Terapi Pakai Digital

 

"Tapi ini haruslah berdasarkan kajian dokter multidisiplin. Sebaiknya dilakukan oleh tenaga onkologi medik," tambahnya.

Tidak hanya itu, Anda juga harus mengetahui subtipe seperti apa kanker yang Anda derita.

Sehingga, juga bisa mencari tahu informasi dari jurnal terpercaya tentang inovasi baru terapi khusus untuk subtipe penyakit yang Anda alami jika memang ada.

Terapi yang bisa diberikan kepada pasien pun beragam tergantung hasil patologi dari laboratorium patologi yang ada.

Perawatan bisa dilakukan dengan kemoterapi, terapi hormon, terapi target, imunoterapi, termasuk sekarang juga sudah tersedia CDK 4/6 inhibitor untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com