Ahli: Perempuan Punya Peran Besar Optimalkan Perilaku Adaptasi Kebiasaan Baru

Kompas.com - 25/08/2020, 12:35 WIB
Foto dirilis Rabu (22/7/2020), memperlihatkan pengunjung berbelanja batik di Pasar Beringharjo, DI Yogyakarta. Pihak pengelola dan penyedia jasa wisata di Yogyakarta mencoba kembali bangkit dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan melakukan simulasi untuk membiasakan tatanan era adaptasi kebiasaan baru. ANTARA FOTO/HENDRA NURDIYANSYAHFoto dirilis Rabu (22/7/2020), memperlihatkan pengunjung berbelanja batik di Pasar Beringharjo, DI Yogyakarta. Pihak pengelola dan penyedia jasa wisata di Yogyakarta mencoba kembali bangkit dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan melakukan simulasi untuk membiasakan tatanan era adaptasi kebiasaan baru.


KOMPAS.com- Kaum laki-laki dianggap memiliki kecenderungan untuk lalai terhadap protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona yang belum berakhir ini.

Sementara, kaum perempuan dinilai memiliki peran sentra dalam mengubah perilaku adaptasi kebiasaan baru yang sesuai dengan anjuran protokol kesehatan agar dapat memutuskan rantai penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Ahli Psikologi Politik Universitas Indonesia, Prof Hamdi Muluk dalam streaming akun Youtube BNPB bertajuk Benarkah Perempuan Lebih Sukses Mengubah Perilaku?, Senin (24/8/2020).

Hamdi menjelaskan saat ini di tengah pandemi virus corona yang masih terjadi penularannya kampanye perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta segala anjuran protokol kesehatan perlu terus digalakkan.

Baca juga: Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

 

Akan tetapi, menurut Hamdi, fokus utama yang paling penting dalam kampanye memutuskan penularan Covid-19 tersebut adalah cara komunikasi kampanye untuk kaum laki-laki.

"Justru dibalik sekarang, yang kita perlukan bukanlah kampanye women friendly justru men friendly, karena yang gak patuh (protokol kesehatan) itu kan yang bapak-bapak, yang laki-laki, yang kaum pria begitu," kata Hamdi.

Hamdi berkata, dari beberapa literasi dan kajian yang ada terdapat temuan yang secara konsisten menyebutkan bahwa jumlah yang terinfeksi Covid-19, presentasinya selalu lebih besar kaum laki-laki dibandingkan dengan perempuan, yaitu sekitar 59 persen bahkan lebih dari itu.

Ilustrasi penggunaan masker sesuai protokol kesehatan Covid-19Shutterstock Ilustrasi penggunaan masker sesuai protokol kesehatan Covid-19

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19, Ganggu Akses Perempuan dapat Pembalut

 

Begitu juga dengan keparahan dan kematian akibat terinfeksi Covid-19, presentasi kasus pada laki-laki lebih banyak dibandingkan kasus pasien Covid-19 perempuan.

Hal ini, menurut dia, adalah persoalan ketidak patuhan atau tidak disiplinnya kaum laki-laki terhadap PHBS dan protokol kesehatan saat berada di ruang-ruang publik, saat bekerja dan di tempat-tempat ramai lainnya.

Pasalnya, tempat ramai dan ruang terbuka memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap potensi transmisi Covid-19 terjadi.

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X