Temuan Baru, Pluto Pernah Miliki Lautan di Bawah Permukaan Tanahnya

Kompas.com - 23/06/2020, 20:02 WIB
Wajah pluto ternyata berwarna-warni, terdiri dari biru pucat, kuning, dan merah gelap. NASAWajah pluto ternyata berwarna-warni, terdiri dari biru pucat, kuning, dan merah gelap.

KOMPAS.com - Pluto merupakan salah satu tempat terdingin di Tata Surya karena letaknya yang jauh dari Matahari. Namun sebuah studi baru berhasil menguak jika masa lalu Pluto tak sedingin yang dibayangkan.

Seperti dikutip dari Space, Selasa (23/6/2020) ilmuwan menemukan kalau Pluto berawal sebagai entitas yang panas dan terbentuk dengan cepat dan keras.

Temuan tersebut berbanding terbalik dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa Pluto berasal dari batuan dingin dan es yang menggumpal bersama di Sabuk Kuiper yang jauh.

Baca juga: Terungkap, Ini Sebab Planet Pluto Menjadi Lebih Adem

Dengan kondisi itu, ilmuwan pun berpendapat kalau Pluto juga memiliki lautan bawah tanah sejak awal terbentuknya tempat tersebut. Sehingga ada kemungkinan pula jika Pluto merupakan tempat yang layak huni.

"Ketika kita melihat Pluto hari ini, kita melihat dunia beku yang sangat dingin dengan suhu permukaan sekitar -228 derajat Celcius," ungkap Carver Bierson, penulis studi dari University of California.

Temuan tersebut sekaligus memberikan pandangan baru bahwa planet katai lainnya di Sabuk Kuiper seperti Eris, Makemake, dan Haumea, mungkin memiliki lautan di bawah permukaan daratan yang terbentuk sejak dahulu dan mempunyai potensi layak huni juga.

"Pada titik ini, kita tak tahu apa saja unsur-unsur yang diperlukan yang membentuk suatu kehidupan. Tetapi kami pikir air adalah unsur penting dan studi menunjukkan bahwa Pluto sudah lama memilikinya," papar Bierson.

Studi mengenai Pluto ini dilakukan dengan menganalisis sesuatu yang disebut dengan fitur ekstensional di permukaan Pluto.

Selanjutnya, peneliti membandingkan pengamatan geologi Pluto yang ditangkap oleh wahana antariksa New Horizons NASA yang terbang mendekati planet tersebut pada 2015.

Dari analisis yang dilakukan, peneliti menemukan jika Pluto terbentuk sebagai objek yang panas.

Baca juga: Jantung Nitrogen Pluto Ungkapkan Kemiripan Planet Kerdil dengan Bumi

Meski begitu, Bierson mengungkapkan masih terdapat kekurangan dalam studi ini. Pasalnya, New Horizons hanya dapat mengambil gambar resolusi tinggi dari setengah belahan utara Pluto.

"Bisa dibayangkan kalau hanya melihat seperempat permukaan, Anda bisa belajar banyak tetapi juga akan kehilangan beberapa konteks. Jadi kami membutuhkan wahana lain untuk kembali dan memotret bagian lain untuk benar-benar mengetahui apa yang kami lewatkan," tambah Bierson.

Temuan ini dipublikasikan secara daring, Senin (22/6/2020) pada jurnal Nature Geoscience.


Sumber Space
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X