Mengapa Kita Perlu Melindungi Mata dari Penularan Virus Corona? Ahli Jelaskan

Kompas.com - 23/06/2020, 13:03 WIB
Ilustrasi jangan menyentuh area wajah, terutama mata untuk menghindari penularan dan infeksi virus corona, SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. Infeksi virus dapat menyebabkan konjungtivitis atau mata merah. SHUTTERSTOCK/Prostock-studioIlustrasi jangan menyentuh area wajah, terutama mata untuk menghindari penularan dan infeksi virus corona, SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. Infeksi virus dapat menyebabkan konjungtivitis atau mata merah.


KOMPAS.com - Untuk mengurangi potensi penularan virus corona baru, imbuan untuk menghindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung dan mulut telah terus diserukan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ( CDC) telah berulang kali memperingatkan hal ini. Penggunaan masker wajah non-medis juga telah disampaikan.

Sebab, dengan penggunaan masker wajah, mungkin efektif untuk mengingatkan Anda untuk tidak menyentuh wajah, terutama mata.

"Jika seseorang bersin di depan Anda, atau jika Anda menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menggosok mata, maka Anda berisiko terkena virus di mata," kata Jessica Belser, ahli mikrobiologi CDC, seperti dilansir dari Washington Post, Selasa (23/6/2020).

Baca juga: Covid-19 Bisa Menular Lewat Mata, Begini Cara Mencegahnya

Alasan perlunya melindungi mata

Ada dua alasan utama mengapa kita perlu melindungi mata dari virus penyebab Covid-19. Sebab, ada hubungan langsung antara mata dan saluran pernapasan, hidung, yang dapat menyebabkan infeksi pernapasan.

Virus dapat menginfeksi mata yang menyebabkan konjungtivitis atau mata merah.

Kendati demikian, mata memiliki mekanisme perlindungan alami seperti air mata untuk menghilangkan iritasi dan mediator imun yang dapat menyerang dari mana saja.

Ilustrasi. Ilustrasi.

Baca juga: Mata Merah Pertanda Gejala Corona dan Berpotensi Menular

Akan tetapi, virus dapat memanfaatkan bagian dalam mata dengan beberapa cara. Virus dapat mengikat protein pada mata, yang mirip dengan yang ada di lapisan hidung dan tenggorokan.

Selanjutnya virus dapat menginfeksi sel dan mereplikasi diri mereka sendiri. Virus juga dapat melakukan perjalanan melalui air mata melalui lubang kecil di kelopak mata dan menyusuri saluran yang mengalir di hidung.

"Kadang-kadang orang memasukkan obat tetes mata dan menemukan bahawa merasakannya," kata Laura Di Meglio, ahli kacamata di Johns Hopkins Wilmer Eye Institute.

Studi pengamatan menunjukkan, pelindung mata dapat mengurangi penularan dari penyakit yang disebabkan infeksi virus corona baru, SARS-CoV-2 ini. Para peneliti menemukan adanya virus corona pada mata pasien.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uji Kesuburan Tanah di Mars, Ahli Lakukan Simulasi Bercocok Tanam

Uji Kesuburan Tanah di Mars, Ahli Lakukan Simulasi Bercocok Tanam

Oh Begitu
BPOM Tak Akan Keluarkan Izin Edar Vaksin Corona Sebelum Terbukti Aman

BPOM Tak Akan Keluarkan Izin Edar Vaksin Corona Sebelum Terbukti Aman

Oh Begitu
Libur Panjang, Selat Malaka hingga Flores Waspada Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Libur Panjang, Selat Malaka hingga Flores Waspada Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Penemuan yang Mengubah Dunia: Sejarah Termometer Hingga Manfaatnya di Masa Pandemi Covid-19

Penemuan yang Mengubah Dunia: Sejarah Termometer Hingga Manfaatnya di Masa Pandemi Covid-19

Oh Begitu
BPOM: Belum Ada Kandidat Vaksin Covid-19 yang Dapat Izin Edar di Indonesia

BPOM: Belum Ada Kandidat Vaksin Covid-19 yang Dapat Izin Edar di Indonesia

Fenomena
Saat Sakit, Kelelawar Cenderung Melakukan Social Distancing

Saat Sakit, Kelelawar Cenderung Melakukan Social Distancing

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Kenapa Undur-undur Jalan Mundur dan Bikin Lubang?

Serba-serbi Hewan: Kenapa Undur-undur Jalan Mundur dan Bikin Lubang?

Oh Begitu
Virus Corona Si Penipu Ulung, Studi Jelaskan Cara Mimikri SARS-CoV-2

Virus Corona Si Penipu Ulung, Studi Jelaskan Cara Mimikri SARS-CoV-2

Fenomena
Jarang Disorot, Ini 3 Peran Penting Etnis Tionghoa dalam Sumpah Pemuda

Jarang Disorot, Ini 3 Peran Penting Etnis Tionghoa dalam Sumpah Pemuda

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Telemedisin dan Layanan Kesehatan Digital Makin Krusial di Indonesia

Pandemi Covid-19, Telemedisin dan Layanan Kesehatan Digital Makin Krusial di Indonesia

Kita
Berisiko Kanker Hati, Pasien Hepatitis Harus Jalani Pemeriksaan Rutin

Berisiko Kanker Hati, Pasien Hepatitis Harus Jalani Pemeriksaan Rutin

Oh Begitu
Waspadai 5 Makanan Jebakan Saat Diet, dari Kacang Almond hingga Madu

Waspadai 5 Makanan Jebakan Saat Diet, dari Kacang Almond hingga Madu

Oh Begitu
Peneliti LIPI: Proyek Jurassic Park di Rinca Tak Bahayakan Habitat Komodo

Peneliti LIPI: Proyek Jurassic Park di Rinca Tak Bahayakan Habitat Komodo

Oh Begitu
Sains Diet: Haruskah Makan seperti Orang Jepang agar Panjang Umur?

Sains Diet: Haruskah Makan seperti Orang Jepang agar Panjang Umur?

Kita
Ada Bukti Air Lagi di Bulan, NASA Bisa Bangun Pangkalan Bulan

Ada Bukti Air Lagi di Bulan, NASA Bisa Bangun Pangkalan Bulan

Fenomena
komentar
Close Ads X