Populasi Menurun, Ahli Sebut Pertanda Kiamat Serangga Sudah Dekat

Kompas.com - 06/06/2020, 17:02 WIB
Ilustrasi serangga terancam punah Photo by and (c)2007 Derek Ramsey (Ram-Man)Ilustrasi serangga terancam punah


KOMPAS.com- Penurunan angka populasi serangga, disebutkan menjadi pertanda sudah dekatnya kiamat bagi kehidupan serangga di alam.

Hal ini disampaikan oleh Djunijanti Peggie selaku Peneliti Laboratorium Entomologi Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI).

Menurut Peggie, ia sangat setuju jika saat ini disebut dengan status kiamat dan sangat mengkhawatirkan.

"Status kiamat serangga ini memang nyata dan sangat mengkhawatirkan," kata Peggie dalam situs resmi LIPI, Jumat (5/6/2020).

Baca juga: Serangga Diambang Punah, Apa Dampaknya bagi Manusia?

Status kiamat serangga ini, kata dia, sangat berkaitan dengan jumlah penurunan serangga dan sudah saatnya setiap individu berkontribusi untuk menekan laju penurunan serangga yang terjun bebas.

Berdasarkan data, saat ini baru 20 persen serangga dari 5,5 juta serangga di dunia yang teridentifikasi. Tersisa 80 persen dari populasi tersebut dan jumlahnya terus berkurang.

Sementara, laporan Caspar Hallman dari Radboud University Belanda pada tahun 2017, menemukan bahwa populasi serangga terbang di cagar alam Jerman menurun lebih dari 75 persen selama 27 tahun terakhir.

Ilustrasi ngengat, serangga ini membantu penyerbukan bunga di malam hari. Ilustrasi ngengat, serangga ini membantu penyerbukan bunga di malam hari.

Baca juga: Krisis Iklim Bikin Serangga Penyerbuk di Ekosistem Indonesia Terancam

Bahkan ilmuwan dari Australia, Bayo dan Wyckhuys melaporkan penurunan serangga tetap terjadi meskipun di kawasan cagar alam yang masih belum terjamah.

Sedangkan, di Indonesia pendataan terhadap serangga ini masih terus dilakukan oleh Kehati dan LIPI, yang diperkirakan jumlahnya juga terus menurun.

Peggie mengatakan untuk menemukan serangga yang tidak masuk dalam kategori hampir punah dan langka serta bukan endemik suatu wilayah pun saat ini sudah cukup sulit.

Apalagi mencari jenis serangga yang memang sudah masuk dalam kategori dilindungi karena hampir punah, langka atau endemik suatu wilayah.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erupsi Sinabung 2020 Tidak Meledak Besar, Ternyata Ini Karakteristiknya...

Erupsi Sinabung 2020 Tidak Meledak Besar, Ternyata Ini Karakteristiknya...

Oh Begitu
Aktivitas Erupsi Gunung Sinabung Masih Terjadi, Kemarin Meletus 7 Kali

Aktivitas Erupsi Gunung Sinabung Masih Terjadi, Kemarin Meletus 7 Kali

Fenomena
Astronom Temukan Galaksi yang Sangat Mirip Bima Sakti, Begini Rupanya

Astronom Temukan Galaksi yang Sangat Mirip Bima Sakti, Begini Rupanya

Fenomena
Deteksi Kanker Payudara sejak Usia 40 Tahun Bantu Selamatkan Nyawa

Deteksi Kanker Payudara sejak Usia 40 Tahun Bantu Selamatkan Nyawa

Oh Begitu
Spesies Dinosaurus Baru, Pemburu Fosil Inggris Temukan Tulang Sepupu T.rex

Spesies Dinosaurus Baru, Pemburu Fosil Inggris Temukan Tulang Sepupu T.rex

Fenomena
Inilah Masker Terbaik dan Terburuk Cegah Corona, dari N95 sampai Buff

Inilah Masker Terbaik dan Terburuk Cegah Corona, dari N95 sampai Buff

Kita
Soal Vaksin Corona Rusia, WHO Akan Lakukan Pra-kualifikasi Vaksin

Soal Vaksin Corona Rusia, WHO Akan Lakukan Pra-kualifikasi Vaksin

Oh Begitu
Studi: 800 Orang Meninggal karena Hoaks dan Teori Konspirasi Corona

Studi: 800 Orang Meninggal karena Hoaks dan Teori Konspirasi Corona

Fenomena
Hasil Penyelidikan Radiasi Nuklir di Serpong Ungkap Efek Buruk Paparannya

Hasil Penyelidikan Radiasi Nuklir di Serpong Ungkap Efek Buruk Paparannya

Oh Begitu
Erupsi 3 Kali, Akankah Letusan Besar Gunung Sinabung Terjadi Dalam Waktu Dekat?

Erupsi 3 Kali, Akankah Letusan Besar Gunung Sinabung Terjadi Dalam Waktu Dekat?

Oh Begitu
Ahli Ungkap Vaksinasi Beri Risiko Lebih Rendah terhadap Covid-19

Ahli Ungkap Vaksinasi Beri Risiko Lebih Rendah terhadap Covid-19

Oh Begitu
Kenapa Tubuh Kebal terhadap Beberapa Penyakit, tapi Tidak yang Lain?

Kenapa Tubuh Kebal terhadap Beberapa Penyakit, tapi Tidak yang Lain?

Kita
6 Fakta Kualitas Udara Buruk Jakarta dan 3 Rekomendasi bagi Kita

6 Fakta Kualitas Udara Buruk Jakarta dan 3 Rekomendasi bagi Kita

Kita
Vaksin Corona Rusia Belum Selesai Uji Fase 3, Hasil Uji Coba Minim Data

Vaksin Corona Rusia Belum Selesai Uji Fase 3, Hasil Uji Coba Minim Data

Fenomena
Bantu Lawan Corona, GSI Lab Bisa Lakukan 5.000 Tes PCR Per Hari

Bantu Lawan Corona, GSI Lab Bisa Lakukan 5.000 Tes PCR Per Hari

Fenomena
komentar
Close Ads X