Antibodi dari Plasma Darah Pasien Corona Efektif Deteksi Covid-19, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 12/05/2020, 18:02 WIB
Ilustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab atau usap untuk mengetahui seseorang terinfeksi Covid-19. Horth RasurIlustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab atau usap untuk mengetahui seseorang terinfeksi Covid-19.

"Dengan antibodi murni yang diperoleh itu, bisa digunakan untuk mendeteksi ( Covid-19) sekitar 500 orang," ungkap Prof Zeily.

Metode tes dilakukan dengan tes usap atau swab, yang mana sampel diambil dari saluran pernapasan.

Sampel tersebut dimasukkan ke dalam larutan, selanjutnya akan keluar suspensi virusnya.

Baca juga: Peneliti Texas Klaim Antibodi Ilama Bisa Lawan Virus Covid-19, Ini Penjelasannya

"Walaupun dalam darahnya saat di rapid test pasti negatif, namun dengan tes ini akurasinya akan lebih tinggi. Kita tidak perlu rapid test dari luar (impor)," jelas Prof Zeily.

Pada dasarnya plasma darah memiliki dua fungsi, yakni sebagai imunisasi atau vaksinasi pasif, dan bisa digunakan untuk reagen deteksi virus corona dengan tes usap berbasis immunologi.

"Oleh karena itu, mengapa orang yang pulih dari Covid-19, diimbau untuk menyumbangkan plasma darah nya," sambung Prof Zeily.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X