Astronom Temukan Lubang Hitam Baru Terdekat Bumi, Apa Istimewanya?

Kompas.com - 09/05/2020, 12:02 WIB
Ilustrasi lubang hitam di suatu galaksi Ilustrasi lubang hitam di suatu galaksi

Dari jarak yang dekat dengan Bumi inilah menurut Marufin sangat mungkin untuk dapat melakukan eksplorasi lebih lanjut.

"Misalnya dengan memanfaatkan konsorsium EHT," tuturnya.

Untuk diketahui, EHT adalah singkatan dari Event Horizon Telescope atau teleskop horizon peristiwa yang merupakan proyek untuk membuat susunan teleskop besar yang terdiri dari jaringan teleskop radio dan data dari berbagai stasiun very-long-baseline interferometry (VLBI) dari seluruh bumi.

Baca juga: Dahsyatnya Letusan Lubang Hitam di Galaksi Ini Terkuat di Alam Semesta

Marufin berkata, sejauh ini umat manusia telah mampu melihat lubang hitam melalui mencitra dalam gelombang radar.

Namun baru pada kelas lubang hitam supermassif yang menghuni pusat galaksi. Bukan pada kelas lubang hitam stellar yang terbentuk dari evolusi sebuah bintang.

Sementara itu, meski dalam kategori dekat dengan Bumi. Marufin menegaskan ditemukannya lubang hitam terbaru ini tidak membuat efek apapun pada planet Bumi.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X