Ada 203.000 Kematian Akibat Covid-19, Sertifikat "Kebal Virus Corona" Ditentang WHO

Kompas.com - 26/04/2020, 10:03 WIB
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.

KOMPAS.com - Lebih dari 203.000 orang di seluruh dunia telah meninggal akibat Covid-19, berdasarkan data Worldmeters.

Menurut data tersebut, kasus positif virus corona di seantero dunia telah melampaui 2,9 juta.

Angka ini mengemuka setelah Amerika Serikat mencatat jumlah kematian yang melampaui 54.256 jiwa — dua kali lipat dari jumlah kematian Italia (26.384) yang menempati peringkat dua dalam daftar negara dengan angka kematian terbanyak.

Secara keseluruhan ada lima negara yang melaporkan angka kematian di atas 20.000 jiwa, yakni AS, Italia, Spanyol, Prancis, dan Inggris.

Baca juga: NASA Rancang Ventilator untuk Hadapi Gelombang Kedua Pandemi Corona

Bagi Inggris, angka kematian yang melampaui 20.000 jiwa dilaporkan tercapai pada Sabtu (25/4/2020).

Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel, menyebut angka itu adalah tonggak bersejarah yang tragis dan mengenaskan. Menurutnya, seluruh bangsa berduka.

Departemen Kesehatan Inggris mencatat jumlah kematian akibat Covid-19 berdasarkan angka-angka yang dilaporkan rumah sakit.

Data itu tidak memasukkan orang yang meninggal di rumah atau di panti jompo sehingga angka sebenarnya jauh lebih tinggi.

Perancis, yang memasukkan korban Covid-19 di rumah sakit dan di panti jompo dalam datanya, mengatakan jumlah kematian bertambah 369 orang pada Sabtu (25/4/2020).

Total terdapat 22.614 orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 di P2rancis sejak awal Maret lalu. Namun, pihak berwenang mengatakan angka kematian di rumah sakit menurun dan jumlah pasien yang dirawat di unit perawatan intensif telah menurun selama 17 hari berturut-turut.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X