22 Masalah Kesehatan karena Meningitis, dari Sakit Kepala hingga Koma

Kompas.com - 09/04/2020, 13:38 WIB
Musisi Glenn Fredly tampil dalam acara Bentara Pentas Musik bertajuk Wuiiih Day, di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Kamis (16/2/2012). KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESMusisi Glenn Fredly tampil dalam acara Bentara Pentas Musik bertajuk Wuiiih Day, di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Kamis (16/2/2012).

KOMPAS.com - Meningitis merupakan peradangan pada meninges, yakni selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini pula yang dialami mendiang penyanyi Glenn Fredly sebelum berpulang Rabu (8/4/2020) malam.

Meningitis biasanya diakibatkan oleh infeksi yang disebabkan virus atau bakteri.

Beberapa meningitis juga bisa disebabkan oleh jamur, parasit, penyakit tertentu, dan bisa juga karena cedera pada kepala atau tulang belakang.

Meningitis dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan bisa berakibat fatal.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Meningitis, Penyakit yang Diderita Glenn Fredly

Dilansir Medical News Today, semua orang bisa menderita meningitis.

Namun anak kecil, orang tua yang berusia lanjut, dan orang-orang dnegan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih mungkin mengalami meningitis.

Dampak meningitis

Meningitis dapat memengaruhi tubuh dengan berbagai macam cara.

Beberapa gejala meningitis antara lain demam dan leher kaku. Hal ini dapat muncul dengan cepat, tapi pada beberapa orang muncul setelah infeksi meningitis hilang.

Banyak orang dapat pulih dari meningitis dengan perawatan medis yang tepat, tapi beberapa orang mungkin memiliki efek seumur hidup.

Berikut adalah efek dari meningitis, selama atau setelah infeksi terjadi:

1. Sakit kepala

Ilustrasi sakit kepalashutterstock Ilustrasi sakit kepala

Salah satu gejala meningitis yang paling umum adalah sakit kepala parah.

Peradangan yang terjadi di dekat otak dan sumsum tulang belakang dapat mengakibatkan rasa sakit yang signifikan.

Namun, sakit kepala ini sering disalahartikan sebagai migrain.

2. Demam mendadak

Demam adalah cara tubuh untuk melawan penjajah asing, seperti virus atau bakteri.

Demam tinggi sering terjadi pada tahap awal dan akhir penyakit.

3. Perubahan perilaku, hilang konsentrasi

Pembengkakan dan peradangan dapat menyebabkan perubahan perilaku.

Beberapa kasus menunjukkan, masalah jangka panjang yang sering terjadi adalah gangguan pada memori dan sulit konsentrasi.

Meningitis pada anak membuat mereka kesulitan belajar.

4. Titik lunak di kepala menggembung

Bayi memiliki area di kepala yang dikenal sebagai fontanel, yang merupakan celah di mana tulang tengkorak belum bergabung bersama.

Fontanel terbesar ada di atas kepala, terasa keras dan sedikit menjorok.

Jika fontanel bayi tampak menggembung, ini bisa menjadi tanda pembengkakan otak atau penumpukan cairan, yang membutuhkan perhatian medis darurat.

5. Leher kaku

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X