Dampak Baru Covid-19: Meningkatnya Angka KDRT di Berbagai Negara

Kompas.com - 09/04/2020, 12:03 WIB
ilustrasi kekerasan terhadap perempuan ilustrasi kekerasan terhadap perempuan

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 tidak hanya berpengaruh terhadap aspek kesehatan. Mewabahnya virus corona bahkan berpengaruh pada hampir semua aspek kenegaraan, sampai aspek personal seperti kondisi psikis.

Himbauan pemerintah dan WHO untuk stay home atau tinggal di rumah cukup menguntungkan bagi beberapa orang. Namun untuk sekelompok orang lain, hal itu bisa jadi petaka dan menimbulkan krisis baru.

Laporan dari pihak kepolisian beberapa negara mengungkapkan kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) meningkat selama pandemi virus corona. Tingkat kekerasan disebut menjadi lebih sering, lebih parah, dan lebih membahayakan.

Baca juga: Kenapa Berada di Rumah Bisa Selamatkan Hidup dari Pandemi Covid-19?

Marianne Hester, sosiolog dari Bristol University yang mempelajari tentang kekerasan dalam hubungan menyebutkan bahwa pada dasarnya risiko KDRT meningkat ketika keluarga menghabiskan waktu bersama. Sebut pada hari raya seperti Natal dan liburan musim panas.

United Nations (UN) pada Minggu (5/4) lalu meminta seluruh negara di dunia untuk memerangi KDRT.

“Saya mendesak pemerintah seluruh negara untuk menempatkan keselamatan perempuan sebagai prioritas sebagai respon pandemi ini,” tutur Sekjen UN Antonio Guterres pada akun Twitter resminya, seperti dikutip dari New York Times, Kamis (9/4/2020).

Lockdown dan KDRT

Saat beberapa kota besar di China mengalami lockdown, salah satu warga (sebut dia Lele, 26 tahun) asal Provinsi Anhui mengalami siksaan fisik dan psikis.

Lele kerap beradu argumen dengan suaminya. Hingga pada 1 Maret lalu, Lele tengah menggendong bayinya yang berusia 11 tahun saat sang suami mulai memukulinya dengan kursi.

Lele tidak yakin berapa kali ia dipukuli. Tiba-tiba ia merasa salah satu kakinya mati rasa dan jatuh ke lantai, masih menggendong bayinya.

Baca juga: Fisik hingga Sosial, Begini Dampak Korban Kekerasan Seksual

Sebuah foto yang diambilnya usai kejadian itu menunjukkan kursi di lantai sudah hancur berkeping-keping. Foto lainnya yang diambil Lele adalah kedua kakinya yang penuh luka dan memar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X