Kompas.com - 09/04/2020, 13:03 WIB
Ilustrasi botol plastik. Wikimediacommons/EffeietssandersIlustrasi botol plastik.

KOMPAS.com – Enzim bakteri yang bisa mendaur ulang plastik dalam hitungan jam telah diciptakan oleh ilmuwan dari perusahaan daur ulang Carbios yang berbasis di Perancis.

Enzim daur ulang tersebut pada awalnya ditemukan pada kompos berbahan dasar daun. Penelitian ini telah dimuat dalam jurnal Nature.

“Bahan-bahan ini (kompos) dilupakan begitu saja, padahal merupakan yang terbaik,” tutur Prof Alain Marty dari Universite de Toulouse, Perancis, yang merupakan Kepala Ilmuwan di Carbios.

Baca juga: Berita Baik, Peneliti Temukan Mikroba Pendaur Ulang Plastik

Mengutip The Guardian, Kamis (9/4/2020), enzim tersebut kemudian diperbarui oleh para ilmuwan agar bisa mendaur ulang plastik sehingga bisa menciptakan plastik baru.

Sejauh ini, daur ulang plastik digunakan untuk memproduksi ulang pakaian dan karpet. Namun belum ada daur ulang plastik yang ditujukan untuk memproduksi botol plastik baru.

Daur ulang skala besar

Carbios menyebutkan bahwa pihaknya ingin mencapai daur ulang skala industrial dalam waktu lima tahun. Perihal daur ulang plastik ini, Carbios telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar seperti Pepsi dan L’Oreal.

Triliunan ton sampah plastik telah mencemari Bumi, dan berpotensi menghancurkan kehidupan laut. Pemerhati lingkungan selalu menggalakkan kampanye anti-plastik, namun untuk sebuah perusahaan, hal itu menjadi sebuah kendala.

Ilustrasi Pepsi.Shutterstock Ilustrasi Pepsi.

Hal yang dilakukan di Carbios adalah para ilmuwan menganalisis enzim tersebut dan melakukan mutasi. Mereka kemudian meningkatkan kemampuan enzim untuk mendaur ulang PET, bahan dasar botol plastik.

 

Para ilmuwan juga menjadikan enzim tersebut bersuhu stabil pada 72 derajat Celcius, mendekati suhu yang pas untuk daur ulang.

Baca juga: Tangerang Sumbang Sampah Plastik Terbanyak di Jabodetabek

Dengan enzim mutasi baru ini, para ilmuwan berhasil mendaur ulang 90 persen botol plastik dalam waktu 10 jam saja. Kemudian, mereka menggunakan hasil daur ulang ini untuk membuat botol plastik yang food-grade.

Carbios bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Novozymes untuk memproduksi enzim ini dalam jumlah besar. Sebelum didaur ulang, plastik harus terlebih dahulu disimpan dan dipanaskan.

Pernah ditemukan secara tidak sengaja

Carbios memang perusahaan pertama yang membuat enzim untuk mendaur ulang PET dalam skala besar. Namun sebelumnya pada 2018, sekelompok ilmuwan lainnya pernah menemukan enzim pendaur ulang botol plastik secara tidak sengaja.

Salah satu ilmuwannya adalah direktur dari Centre for Enzyme Innovation di University of Portsmouth, Prof John McGeehan.

“Ini merepresentasikan langkah yang signifikan terhadap sistem daur ulang botol PET dan memiliki potensi untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap minyak, juga mengurangi emisi karbon dan energi,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X