Kompas.com - 31/03/2020, 12:10 WIB

Tren penurunan harga ini sangat jelas, mengingat energi terbarukan yang sangat berkembang di dunia. Ini tidak seperti PLTU batubara yang sudah memiliki teknologi pasti sehingga sangat kecil kemungkinan penurunan harga dari energi ini.

Berly menjelaskan, keberhasilan pemanfaatan energi terbarukan berhasil dicapai oleh negara Vietnam. Dalam dua tahun terakhir, Vietnam berhasil meningkatkan energi dari 134 MW menjadi 5.5 GW dengan memanfaatkan tenaga surya.

Angka ini mencakup 44 persen dari total energi yang dimiliki Asia Tenggara.

Baca juga: 5 Hal Sederhana untuk Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Sedangkan di Indonesia, pemanfaatan tenaga surya dan angin masih sangat minim. Padahal, menurut Berly, beberapa wilayah di Indonesia memiliki potensi energi angin yang cukup besar. Khususnya di bagian selatan Sumatra dan beberapa wilayah di Pulau Jawa.

Ketika negara lain berlomba-lomba memanfaatkan energi terbarukan, Indonesia justru memberhentikan pembelian listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dalam dua tahun terakhir.

Hal ini menyebabkan Indonesia jauh tertinggal dari negara ASEAN lainnya dalam hal pemanfaatan energi terbarukan.

Apalagi pembangunan PLTU memiliki masa operasi 40 tahun. Hal ini akan semakin mengunci potensi pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

"Padahal di tahun 2019 sendiri, total kapasitas PLTU yang sudah terpasang sekitar 75 MW. Cukup besar. Tapi terlalu banyak PLTU yang sudah kontrak take or pay, jadi PLN harus membayar dan merelakan energi listrik tenaga terbarukan," jelas Adila.

Adila juga menyebutkan salah satu pembangkit listrik di Sumatra Utara diminta untuk mengurangi produksi tenaga hidro hingga 30-40 persen karena persediaan listrik sudah terlalu oversupply di tempat itu sendiri.

"Pemerintah harus segera melakukan transisi energi, karena banyak kerugian yang akan didapat jika kita terus bergantung pada PLTU batubara," ucap Adila.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.