Pentingnya Disiplin Diri untuk Kurangi Angka Kematian akibat Corona

Kompas.com - 31/03/2020, 10:38 WIB
Ilustrasi virus corona (Covid-19) ShutterstockIlustrasi virus corona (Covid-19)

KOMPAS.com - Belum genap satu bulan sejak kali pertama Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama corona di Indonesia, jumlah positif Covid-19 bertambah lebih dari 1.400 kasus.

Pada 2 Maret 2020, pertama kalinya kasus Covid-19 dikonfirmasi di Indonesia. Saat itu, Jokowi mengumumkan dua orang warga Depok, Jawa Barat, terinfeksi Covid-19.

Setelah 28 hari, pada Senin (30/3/2020), juru bicara pemerintah Indonesia untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengumumkan ada 1.414 kasus Covid-19 hingga pukul 12.00 WIB.

Dari total tersebut, jumlah kematian mencapai 122 kasus dan 75 pasien di antaranya dinyatakan sembuh.

Untuk mengurangi angka kematian dan semakin banyaknya orang yang terinfeksi, penting untuk melakukan disiplin diri. Salah satunya dengan beraktivitas di rumah, tidak keluar rumah, dan tidak mudik pulang kampung.

Baca juga: Skenario Terburuk Corona di Indonesia: Hampir 2,5 Juta Orang Perlu Perawatan Intensif

Data itu bukan hanya sekadar angka. Per Senin kemarin, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 8,63 persen. Ini merupakan jumlah kematian tertinggi setelah Italia.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia telah membuat pemodelan simulasi penyebaran Covid-19 di Indonesia yang ditujukan ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Tim itu beranggotakan Pandu Riono, Iwan Ariawan, Muhammad N. Farid, dan Hafizah Jusril.

Ada empat skenario yang dibuat tim FKM UI berdasar data sejak sebelum kasus pertama corona di Indonesia ditemukan.

"Jauh sebelum kasus pertama diumumkan, sejak awal Februari, kita prediksi bahwa sudah ada orang yang terinfeksi," kata Pandu Riono, pakar epidemiologi Universitas Indonesia kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (30/3/2020).

Ini berdasar data yang diperoleh dari rumah sakit di Indonesia bahwa sejak pekan pertama Februari ada peningkatan jumlah pasien pneumonia atau yang memiliki gejala mirip Covid-19, yakni demam, batuk, dan sesak napas.

Dia menjelaskan, tiap satu pasien positif Covid-19 dapat menginfeksi setidaknya dua orang lainnya.

Hitungan kasarnya, jika orang yang terinfeksi ini menularkan ke dua orang lain dalam satu hari, jumlah yang terinfeksi meningkat tiga kali lipat dibanding hari sebelumnya.

Kita hitung dengan mengulang perkalian atau penyebaran ini hingga hari ketujuh.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X