Pentingnya Disiplin Diri untuk Kurangi Angka Kematian akibat Corona

Kompas.com - 31/03/2020, 10:38 WIB
Foto udara yang diambil pada 25 Maret 2020 ini menunjukkan kondisi jalanan dan kawasan pemukiman di New Delhi yang lengang menyusul pemberlakukan karantina atau lockdown di India. Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan, negaranya memasuki masa lockdown total selama 21 hari untuk memerangi virus corona. AFP PHOTO/JEWEL SAMADFoto udara yang diambil pada 25 Maret 2020 ini menunjukkan kondisi jalanan dan kawasan pemukiman di New Delhi yang lengang menyusul pemberlakukan karantina atau lockdown di India. Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan, negaranya memasuki masa lockdown total selama 21 hari untuk memerangi virus corona.

Dengan kondisi saat ini, strategi untuk menahan bencana Covid-19 di Indonesia menjadi sangat terbatas.

Untuk menghadapi penyakit infeksi seperti Covid-19 ini, tahap yang bisa dilakukan sesuai skala wabah adalah dengan deteksi dini, mencegah penularan lanjut melalui pelacakan riwayat kontak, isolasi mandiri, pemeriksaan massal, dan menjaga jarak fisik.

Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan relatif berhasil melakukan deteksi dini dan penelusuran riwayat kontak, selain melakukan tes secara masif untuk menekan sebaran wabah.

Mereka juga menerapkan isolasi mandiri serta menjaga jarak fisik dengan menutup sekolah, larangan berkerumun, dan mengurangi perjalanan.

Masing-masing negara ini tidak menerapkan lockdown atau karantina wilayah, namun memilih menerapkan disiplin individu, walaupun tetap dengan ancaman sanksi bagi pelanggarnya.

Sebelumnya, mereka juga relatif dini menutup arus masuk orang dari China, yang menjadi sumber awal wabah.

Ditulis Ahmad Arif dalam artikel Kompas, Indonesia justru mengambil sikap hampir serupa dengan Italia.

Indonesia terlambat menutup arus masuk dari negara sumber awal wabah, gagal dalam deteksi dini, penelusuran riwayat kontak, dan melakukan tes massal. Ini membuat virus menyebar tak terkendali.

Baca juga: Meski Sedang Wabah Corona, Jangan Cuci Buah dan Sayur dengan Sabun

Dewan Guru Besar UI telah merekomendasikan karantina wilayah secara selektif.

Dalam rekomendasi yang ditandatangani pada 26 Maret 2020 ini disebutkan, local lockdown atau karantina wilayah menurut Undang Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, merupakan upaya menutup sebuah wilayah atau provinsi yang terjangkit Covid-19.

Hal itu dimaksudkan untuk memutuskan rantai penularan di dalam maupun diluar wilayah, sebagaimana sukses dilakukan di China. Karantina wilayah disarankan dilakukan selama minimal 14 hari, di provinsi-provinsi yang menjadi pusat wabah Covid-19 atau daerah lain dengan pertimbangan.

Rekomendasi ini juga dilengkapi dengan kebutuhan dana yang harus disiapkan negara untuk menjamin kehidupan masyarakat di wilayah karantina Jakarta selama dua minggu. Negara perlu mengeluarkan anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk biaya karantina wilayah Jakarta.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X