Peneliti Kembangkan Model Matematika Baru untuk Lacak Epidemi Corona

Kompas.com - 30/03/2020, 13:33 WIB
Ilustrasi penyebaran virus corona ShutterstockIlustrasi penyebaran virus corona


KOMPAS.com - Saat Covid-19 menyebar ke seluruh dunia, para pemimpin mengandalkan model matematika untuk membuat keputusan dalam menangani wabah virus corona ini.

Para peneliti di Princeton dan Carnegie Mellon, seperti melansir Science Daily, Senin (30/3/2020) sedang mencoba mengembangkan model baru dengan meningkatkan pelacakan epidemi.

Caranya dengan menghitung mutasi pada penyakit yang disebabkan virus corona, SARS-CoV-2 ini.

Sekarang, para peneliti berupaya menerapkan model matematika tersebut untuk memungkinkan para pemimpin negara mengevaluasi dampak penanggulangan sebelum epidemi menyebar.

Baca juga: Bukan Rekayasa Genetika, Ini Bukti Virus Corona dari Epidemi Alami

"Kami ingin dapat mempertimbangkan intervensi seperti karantina, isolasi orang, dan lain-lain. Kemudian melihat bagaimana mereka memengaruhi penyebaran epidemi ketika patogen bermutasi saat menyebar," kata H. Vincent Poor, salah satu peneliti dari Princeton University.

Model saat ini yang digunakan untuk melacak atau tracing epidemi menggunakan data prediksi perkembangan penyakit Covid-19 dari dokter dan petugas kesehatan.

Poor yang juga profesor Teknik Elektro di Michael Henry Strater University mengatakan model yang paling banyak digunakan saat ini tidak dirancang untuk menjelaskan perubahan penyakit yang dilacak.

Ketidakmampuan untuk memperhitungkan perubahan pada penyakit ini dapat membuat perlawanan terhadap penyakit ini semakin sulit dilakukan.

Baca juga: Pilek dan Tenggorokan Kering, Gejala Covid-19 atau Pengaruh Cuaca?

Poor menambahkan dengan mengetahui bagaimana mutasi virus corona dapat memengaruhi penularan atau virulensi, maka para pemimpin negara dapat memutuskan kapan isolasi atau mengirim sumber daya tambahan ke suatu daerah.

"Dalam model (matematika) ini, para pemimpin ini bisa menggunakannya untuk mendapatkan parameter yang tepat untuk membantu mereka lebih mudah dalam memahami dampak kebijakan dari mutasi virus corona tersebut," jelas Poor.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X