Kompas.com - 12/03/2020, 14:18 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

KOMPAS.com – Warga Negara Indonesia (WNI) dinyatakan positif Covid-19 usai melakukan tes di Singapura. WNI itu disebut sebagai kasus 152.

Kasus 152 sudah mengalami gejala sejak tanggal 28 Februari 2020. Ia kemudian sempat datang ke Indonesia, dan pada tanggal 2 Maret 2020 sempat datang ke rumah sakit di Jakarta.

Kasus 152 disebutkan kembali lagi ke Singapura dan dinyatakan positif Covid-19 pada 7 Maret 2020 oleh tim medis Singapura.

Baca juga: WNI Positif Covid-19 di Singapura, Kenapa Belum Terdeteksi saat di Jakarta?

Wakil Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Dr Herawati Aru Sudoyo, mengatakan bahwa pasien tersebut bisa jadi tidak terdeteksi gejala saat berada di Indonesia.

“Berdasarkan laporan, ada pasien tes satu kali mungkin negatif. Makanya ternyata setelah tes beberapa kali baru ada teridentifikasi positif Covid-19,” ujarnya pada acara “Mengenali Virus Melawan Panik” di Bentara Budaya Jakarta beberapa waktu lalu.

Negatif menjadi positif Covid-19

Kepada Kompas.com, Kamis (12/3/2020), Hera menyebutkan ada beberapa kasus di mana pasien Covid-19 tidak mendapatkan hasil positif dalam satu kali tes.

“Virus baru ini punya karakter sendiri. Jadi pemeriksaan pertama negatif, bukan berarti (virusnya) tidak ada tetapi mungkin masih belum terdeteksi,” tuturnya.

Hera menyebutkan bahwa virus SARS-CoV-2 memang sudah bermutasi. Namun, tingkat bahayanya masih terus diteliti oleh para ahli.

Baca juga: WHO Resmi Sebut Virus Corona Covid-19 sebagai Pandemi Global

Soal suspek Covid-19 mana yang harus dites beberapa kali untuk memastikan statusnya, Hera menuturkan, pihak-pihak yang berwenang belum tahu suspek mana yang harus dites kembali.

“Tergantung perjalanan penyakitnya. Tapi yang terjadi adalah, tes yang hasilnya negatif bisa menjadi positif. Laporan penelitian dan studi di luar negeri membuktikan hal itu,” papar ia.

Hera menyebutkan bahwa SARS-CoV-2 adalah virus baru, dengan sifat yang belum diketahui secara luas.

Baca juga: Virus Corona Pandemi Global, Apa Bedanya dengan Epidemi dan Wabah?

“Kita mesti belajar, bagaimana sih dia (virus) itu menginfeksi kita. Sama halnya dengan deteksi. Misal yang tadinya mungkin belum menunjukkan gejala dan masih negatif, usai beberapa lama baru positif. Biasanya pemeriksaan keempat,” tutur ia.

Oleh karena itu, Hera menekankan pentingnya kewaspadaan diri bagi suspek Covid-19.

“Kita tidak boleh memandang hal ini dengan mudah, atau tidak penting. Hasil tes yang negatif belum tentu begitu. Harus tetap waspada,” tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X