Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dibanding 2023, Jumlah Kendaraan di Puncak Arus Mudik 2024 Justru Turun

Kompas.com - 11/04/2024, 08:00 WIB
Masya Famely Ruhulessin,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah kendaraan yang melintas di empat gerbang tol (GT) utama milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk. selama puncak arus mudik Lebaran tahun ini, ternyata lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2023 lalu.

Empat GT Utama tersebut yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek dan GT Kalihurip Utama (arah Timur)

Direktur Utama Jasa Marga, Subakti Syukur menjelaskan, puncak volume lalu lintas mudik melalui empat gerbang tol utama tersebut telah terjadi pada Sabtu (6/4/2024), yaitu sebesar 255.634 kendaraan.

Baca juga: Hampir Sejuta Orang Mudik Gunakan Angkutan Umum

Bila dibandingkan dengan kondisi normal, jumlah kendaraan tersebut naik 65 persen. Namun jika dibandingkan dengan puncak mudik Lebaran tahun lalu, jumlahnya turun 1,3 persen.

“Jumlah kendaraan di puncak mudik tahun ini lebih rendah terhadap puncak mudik Lebaran 2023 karena lalu lintas tidak terkonsentrasi di satu tanggal,” ungkap Subakti dalam rilis resminya.

Meskipun demikian, ia menegaskan, secara kumulatif lalu lintas di empat GT utama tersebut masih mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Baca juga: Pantau Arus Mudik Lebaran, Hutama Karya Gunakan AI

Tercatat jumlah kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek mulai dari H-7 Lebaran atau Rabu (3/4/2024) sampai dengan H-2 Lebaran atau Senin (8/4/2024) melalui empat GT utama telah mencapai 1,2 juta kendaraan.

Lalu lintas kumulatif tersebut meningkat sebesar 52 persen dari kondisi normal dan jika dibandingkan dengan periode Lebaran 2023, total volumenya lebih tinggi sebesar 2,2 persen dari periode yang sama tahun lalu.


“Karena adanya peningkatan volume lalu lintas secara total sebesar 2,2 persen dari periode yang sama tahun lalu, kami melihat adanya lalu lintas yang terdistribusi merata sejak H-7. Artinya imbauan Pemerintah untuk mudik lebih awal telah diikuti oleh masyarakat,” jelasnya.

Subakti menegaskan, dengan adanya distribusi lalu lintas yang merata, relatif kinerja kelancaran arus mudik terjaga.

Selain itu, berdasarkan data, Jasa Marga juga melihat ada perubahan pola perjalanan mudik yang berbeda dari tahun lalu. 

“Waktu favorit yang menjadi waktu perjalanan mudik adalah pada malam hari mulai pukul 22.00 sampai dengan 01.00 WIB dan pagi hari mulai pukul 06.00 sampai dengan 11.00 WIB," tambah Subakti.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Bakal Hadiri Acara WWF, AHY: Air dan Tanah Tak Bisa Dipisahkan

Bakal Hadiri Acara WWF, AHY: Air dan Tanah Tak Bisa Dipisahkan

Berita
[POPULER PROPERTI] Plus Minus Tandon Air Atas dan Bawah

[POPULER PROPERTI] Plus Minus Tandon Air Atas dan Bawah

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Situbondo: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Situbondo: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Jombang: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Jombang: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Pulang Dinas dari AS, AHY Sayangkan Investor Kabur karena Masalah Tanah

Pulang Dinas dari AS, AHY Sayangkan Investor Kabur karena Masalah Tanah

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sampang: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sampang: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Trenggalek: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Trenggalek: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sumenep: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sumenep: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bondowoso: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bondowoso: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Tulungagung: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Tulungagung: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Gresik: Pilihan Hunian Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Gresik: Pilihan Hunian Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Probolinggo: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Probolinggo: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Seram Bagian Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Seram Bagian Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com