Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Resmi Dibentuk, Ekosistem Pembiayaan Perumahan Diminta Lebih Aktif

Kompas.com - 27/01/2023, 06:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekosistem Pembiayaan Perumahan resmi dibentuk yang ditandai penandatanganan komitmen oleh sejumlah pihak di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Mereka yang menandatangani komitmen tersebut adalah Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Adi Setianto, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI) Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna, Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (DJKN) Rionald Silaban, Dirut PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo, Dirut Bank Tabungan Negara (BTN) Haru Koesmahargyo, dan Direktur Pemasaran Perum Perumnas Tambok Setyawati.

Kesepakatan ini bertujuan untuk mendukung dan berpartisipasi secara aktif dalam ekosistem perumahan dengan bersinergi melalui forum koordinasi sesuai dengan fungsi, tugas, dan kewenangan masing-masing.

Pada kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Pembentukan Sekretariat Ekosistem Pembiayaan Perumahan yang ditandatangani oleh Herry Trisaputra Zuna, Rionald Silaban, dan Ananta Wiyogo.

Terkait hal ini, Herry mengajak para pihak dalam ekosistem pembiayaan perumahan untuk bersinergi, berkoordinasi, dan berpartisipasi aktif dalam penyusunan rekomendasi kebijakan, upaya penyelesaian permasalahan, serta penguatan pembiayaan perumahan baik primer maupun sekunder.

"Jika tidak ada kolaborasi dari kita semua, maka ekosistem pembiayaan perumahan yang kondusif akan sulit tercapai," ujar Herry dalam keterangan resmi.

Herry juga mengatakan, diharapkan para stakeholder dalam ekosistem pembiayaan perumahan dapat mengembangkan berbagai inisiatif dan inovasi pembiayaan perumahan.

Baca juga: Atasi Backlog, BTN Tawarkan 6 Skema Pembiayaan Perumahan

Hal tersebut dapat dilakukan melalui perluasan akses MBR kepada hunian vertikal di wilayah perkotaan melalui skema Rental To Own (RTO) dan Staircasing Shared Ownership (SSO).

Kemudian meningkatkan ketersediaan landbank, pembangunan hunian yang terintegrasi dengan TOD dan juga penerapan green financing dalam rangka merespons dampak perubahan iklim dan mendapatkan nilai tambah dengan adanya green economy.

Sementara sejak tahun 2010, Pemerintah telah membiayai pembangunan perumahan untuk dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sejumlah 1.169.579 unit rumah MBR dengan nilai sebesar Rp 100,32 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Adi Setianto menerima Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 462 Tahun 20233 tentang Pengesahan Laporan Keuangan Pembuka Dana Tabungan Tapera.

Adi Setianto menyampaikan, dengan telah diserahkannya KMK tersebut, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, telah mengesahkan Laporan Keuangan Pembuka Dana Tapera per 1 Januari 2022.

"Laporan Keuangan ini telah memperoleh opini wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan hasil audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan jumlah aset neto peserta senilai Rp 8,98 triliun," ucap Adi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com