Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 04/01/2023, 13:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menangani banjir di wilayah Semarang, Jawa Tengah yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam tinjauannya mengatakan, banjir Semarang kali ini tidak hanya disebabkan oleh banjir rob atau banjir pasang surut air laut, namun juga karena debit air hujan tinggi yang terjadi sejak Sabtu (31/12/2022).

Sementara rumah pompa yang terpasang masih kurang kapasitasnya untuk menyurutkan banjir dengan cepat.

"Penanganan banjir yang ditangani sekarang adalah banjir dari hulu sungai dengan kapasitas pompa di Rumah Pompa Sringin sebesar 10 meter kubik per detik dan Rumah Tenggang sebesar 12 meter kubik per detik, sedangkan debit hujan kemarin sampai dengan 65 meter kubik per detik. Artinya kapasitas pompa masih kurang," kata Menteri Basuki, seperti dikutip dari rilis, Rabu (4/1/2023).

Adapun sebagai penanganan jangka pendek, Kementerian PUPR sudah mendatangkan pompa dari berbagai wilayah untuk menyedot dan menyalurkan air genangan ke laut.

Tambahan pompa penyedot air berkapasitas besar diharapkan dapat mempercepat penanganan banjir di Kaligawe dan jalur jalan Pantai Utara Kota Semarang.

Baca juga: Banjir Surut, Pelayanan Stasiun Semarang Tawang dan Perjalanan KA Berangsur Normal

"Hari ini saya datangkan lagi tambahan pompa sekitar 3,5 meter kubik per detik, di antaranya dari Solo Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Yogya BBWS Serayu Opak, Cirebon BBWS Cimanuk-Cisanggarung, bahkan dari DKI BBWS Ciliwung Cisadane. Saya harapkan paling lama besok sudah kering," imbuh Menteri Basuki.

Sebagai penanganan jangka panjang, Menteri Basuki mengatakan akan menambah jumlah pintu air di Rumah Pompa Kali Tenggang dan Rumah Pompa Kali Sringin.

"Jadi nanti penanganannya di Rumah Pompa Sringin akan ditambah delapan pintu, bukan pompanya. Untuk di Tenggang ada enam pintu, ini sudah kita pesan pintunya dan akan dipasang," jelasnya nya.

Menurut Menteri Basuki, pintu air tersebut akan dibuka tutup sesuai pasang surut air laut.

"Nanti, kalau airnya pasang pintu ditutup agar tidak melimpas balik, kalau surut baru kita buka sehingga air bisa mengalir dari sungai ke laut secara gravitasi," tutup Menteri Basuki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+