Kompas.com - 07/08/2022, 19:00 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com - Demi mewujudkan kebutuhan hunian bagi masyarakat di Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berinovasi.

Melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Permukiman (PUSKIM), Kementerian PUPR telah menghasilkan teknologi inovasi berupa teknologi konstruksi bangunan rumah tinggal dengan komponen yang kompak dan berukuran modular.

Salah satu teknologi tersebut adalah Rumah Sistem Panel Instan (RUSPIN) yang telah diluncurkan pada tahun 2013 lalu.

Baca juga: Dibangun 20 Hari, RS Modular Jenderal TNI LB Moerdani Beroperasi

RUSPIN sendiri merupakan pengembangan dari teknologi perumahan sebelumnya yakni Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) yang telah dirilis pada 20 Desember 2004.

Seperti dikutip dari Litbang Kementerian PUPR, teknologi RUSPIN merupakan perwujudan pembangunan rumah dengan sistem modular, yaitu konsep yang membagi sistem menjadi bagian-bagian kecil (modul) dengan ukuran yang efisien agar dapat dirakit menjadi sejumlah besar produk yang berbeda-beda.

Desain bangunan rumah dengan sistem modular ini dapat diubah-ubah atau dikembangkan sesuai dengan keinginan atau kebutuhan dari penghuninya.

Karena menggunakan sistem modular, RUSPIN merupakan rumah knock down, dengan proses pembangunan strukturnya dengan menggabungkan panel-panel beton pracetak dengan baut.

Panel struktur RUSPIN memiliki bentuk sederhana, baik dari ukuran dan bahan bangunan. Diketahui hanya ada 2 jenis panel yang digunakan.

Proses pengerjaan RUSPIN tergolong cepat, dimana dalam pengerjaan rumah 2 lantai membutuhkan total waktu pengerjaan selama 8 hari.

Rinciannya, pembangunan masing-masing lantai membutuhkan waktu 4 hari. Proses pekerjaan dimulai dari penyiapan lahan sampai dengan finishing dan hanya membutuhkan 7 orang tenaga kerja tidak terampil.

Baca juga: Ternyata, Menara Eiffel Dibangun dengan Sistem Prefabrikasi

Teknologi RUSPIN tidak hanya untuk rumah sederhana tetapi dapat dikembangkan untuk rumah mewah, baik satu lantai maupun dua lantai.

Berdasarkan hasil pengujian Simulasi numerik struktur RUSPIN dua lantai di wilayah Denpasar yang masuk dalam wilayah gempa cukup berat, rumah ini tetap aman.

Karena penggunaan panel kolom pada pertemuan ruang berkurang dan menghasilkan ruang-ruang yang lebih luas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.